24 12 2010





INGGRIS

24 12 2010





14 12 2010

Glitter Word GeneratorGlitter Word GeneratorGlitter Word GeneratorGlitter Word GeneratorGlitter Word GeneratorGlitter Word GeneratorGlitter Word GeneratorGlitter Word GeneratorGlitter Word GeneratorGlitter Word GeneratorGlitter Word GeneratorGlitter Word GeneratorGlitter Word GeneratorGlitter Word GeneratorGlitter Word Generator

Glitter Word Generator





MSDM Perusahaan telkomsel

5 11 2010

Soal

1.      Carilah data-data yang lengkap tentang sebuah perusahaan yang bergerak dibidang apapun, lengkap dengan struktur  fungsional  organisasi sehingga anda bisa mencermati setiap posisi didalamnya.

2.      Dari data tersebut carilah satu posisi atau jabatan tertentu, cermati data-data kualifikatif yang diharuskan oleh posisi tersebut(jika memang ada) lalu buatlah rancangan uraian jabatan dan spesifikasikan jabatan untuk posisi atau jabatan dalam perusahaan tersebut.

3.      Buatlah suatu rancangan analisa jabatan yang utuh untuk posisi yang anda pilih tersebut! Jelaskan pula faktor-faktor apa yang menjadi keuntungan dan hambatan bagi anda dalam membuat analisa jabatan yang baik dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan!

Jawab

PERUSAHAAN TELKOMSEL

DATA SEGMEN

Infomedia Nusantara telah dipercaya mengelola dan memelihara data direktori seluruh Indonesia selama kurang lebih 30 tahun. Dengan bermodalkan pengalaman dan analisa baik secara internal maupun eksternal, Infomedia berusaha memberikan produk baru dalam bidang penyediaan sumber data. Data segmen, merupakan data yang sudah diperkaya dan dikembangkan dengan informasi-informasi tambahan yang berasal baik dari proses kegiatan yang ada di Infomedia maupun dari proses pengakusisian data.

Data segmen, didapatkan melalui suatu proses pengolahan dan pemeliharaan data yang terintegrasi untuk menjamin keabsahan informasi yang dikeluarkan nantinya.

Proses tersebut dilakukan sepanjang tahun, dan setiap tahun untuk mendapatkan informasi yang paling terbaru dari data yang ada.

Proses segmentasi dan pembelian data segmen yang dilakukan adalah seperti pada bagan dibawah ini.

Dengan tenaga ahli yang berpengalaman, dan memanfaatkan teknologi informasi dan telekomunikasi yang sesuai, segmentasi-segmentasi tambahan akan terus dikembangkan dimasa-masa yang akan datang sesuai dengan kebutuhan.

TELESURVEY

Menyadari bahwa tidak semua jenis informasi yang dibutuhkan dapat disediakan melalui produk data segmen, maka Infomedia memberikan layanan yang dapat memberikan informasi-informasi sesuai dengan keinginan dari pelanggan. Infomedia menyediakan layanan Telesurvey, dimana layanan ini didukung dengan data-data dan SDM yang berpengalaman serta teknologi yang canggih akan dapat memberikan suatu solusi yang lebih mudah dan cepat.

Telesurvey adalah suatu jenis layanan survey yang dilakukan melalui telepon. Layanan di dukung dengan data-data direktori yang telah dipelihara dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan yang dapat mempermudah dan mempercepat proses survey itu sendiri.

Layanan telesurvey dapat diberikan sebagai suatu layanan yang terpisah, dapat juga diberikan sebagai layanan yang terintegrasi dengan layanan sebelumnya seperti yang tergambar pada bagan dibawah.

DATA MATCHING

Infomedia dengan pengalaman selama 30 tahun dalam pengelolaan dan pemeliharaan data menyadari betapa diperlukannya menjamin kevalidan dan keabsahan data dari waktu ke waktu bagi setiap pelaku bisnis. Karena itu Infomedia memberikan suatu jasa yang dapat membuat perusahaan merasa lebih mudah dan lebih terkonsentrasi kepada kegiatan inti bidang usahanya dengan menyerahkan pengelolaan data dan pembenahan data ke Produk Konten Infomedia.

Dalam proses matching ini, data akan melalui beberapa sub-proses, seperti proses data cleansing (pembenahan data-data error), proses data restructuring (perubahan struktur data), dan proses matching sendiri.

Sub-sub proses tersebut dilakukan oleh tim Data Management, yang didukung dengan penggunaan aplikasi yang akan mempermudah dan mempercepat setiap proses yang terjadi.

Terdapat tiga jenis layanan dalam data matching:

  • Matching berdasarkan no telepon
  • Matching berdasarkan nama ataupun alamat
  • Matching Plus, yaitu proses matching yang dilanjutkan dengan proses verifikasi terhadap data-data yang tidak match.

Matching Data

Merupakan proses relasi antara data Klien dengan data yang dimiliki Infomedia sehingga output yang dihasilkan adalah seperti tergambar pada proses dibawah ini:

  • Key Relasi : Kode Area + No. Telp

  • Key Relasi : Nama dan Alamat
Persyaratan Proses Matching 

  • Relasi berdasarkan No. Telp : Kode Area dan No. Telp
  • Relasi Berdasarakan Nama dan Alamat : Alamat disertai dengan wilayah (Minimal Kota)

Verifikasi Data

Tim Data Management akan melakukan konfirmasi kepada pelanggan mengenai keberadaan data alamat dan atau data pemakai telepon yang tidak matching dengan data pelanggan. Proses verifikasi data ini dapat dilakukan melalui cek phone ataupun survey ke lapangan. Dibawah ini akan dijelaskan mengenai proses verifikasi data melalui cek phone, yaitu :

 

ONLINE DATA

Untuk memberikan solusi pada permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan dalam hal pengelolaan data bagi perusahaan, khususnya data konsumen/calon konsumen, Produk Konten Infomedia memberikan layanan pengadaan service yang bisa memberikan system, data dan teknologi yang saling terintegrasi, reliable dan update.

Pada layanan ini akan dikombinasikan keseluruhan service yang diberikan ke dalam satu produk. Produk Konten Infomedia mempunyai kegiatan/proses bisnis yang dapat menjamin status data selalu terupdate sepanjang tahun. Dipadu dengan kemampuan SDM yang berpengalaman dalam pengelolaan database, juga system dan data-data yang selalu terjaga dalam kondisi optimal sehingga dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan. Hal tersebut diintegrasikan dengan kompetensi utama lainnya dari PT. Infomedia Nusantara yaitu berupa Contact Center Solutions yang dapat memberikan berbagai alternative pengadaan proses inbound/outbound call perusahaan dan juga dengan layanan Produk Konten Infomedia, yang dapat memberikan solusi lain dalam hal pengakuisisian kelengkapan data bagi kebutuhan perusahaan dan layanan outbound service berupa sms dan direct mail.

Layanan ini disediakan dengan menggunakan system online yang mana menghubungkan system data yang digunakan khusus bagi pelanggan dengan database yang terdapat di Infomedia. Dengan data processing system yang online, maka akan memberi kemudahan kepada customer untuk dapat menerima data-data sesuai dengan kondisi data yang ada di Infomedia.

Struktur Organisasi Telkom

Dalam pengelolaan organisasinya, PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. memiliki sebuah Dewan Komisaris yang terdiri dari 1 (satu) ketua dan 4 (empat) anggota serta sebuah Dewan Direksi yang beranggotakan 1 (satu) orang Presiden Direktur atau CEO dan 4 (empat) orang anggota Dewan Direksi lainnya yang memiliki fungsi dan tanggung jawab yang berbeda seperti Direktur Sumber Daya dan Bisnis Pendukung/CIO, Direktur Bisnis Jaringan Telekomunikasi, Direktur Bisnis dan Jasa Telekomunikasi, dan Direktur Keuangan/CFO.

Sebagai sebuah holding company, PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. memiliki beberapa buah anak perusahaan terafiliasi seperti PT Telekomunikasi Selular Indonesia yang bergerak sebagai penyelenggara jasa telekomunikasi bergerak selular, PT Indonusa Telemedia yang menangani bisnis multimedia penyiaran dan Internet dengan nama produk TELKOMVision dan PT Infomedia Nusantara yang mengelola bisnis penerbitan Buku Petunjuk Telepon (Yellow Pages) dan Call Center.

Selain anak perusahaan tadi, dalam menjalankan operasi perusahaan PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. telah mengelompokan unit-unit yang ada dalam organisasi ke dalam bentuk Divisi, Center dan Yayasan.





Konsep pengambilan keputusan informasi

25 10 2010

KONSEP PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERBASIS SISTEM INFORMASI

  1. A. Informasi dan Kegiatan Manajemen

Sesuai dengan tujuannya, sistem informasi manajemen diharapkan mampu membantu setiap orang yang membutuhkan pengambilan keputusan dengan lebih tepat dan akurat. Dalam usaha memecahkan suatu masalah, pemecah masalah mungkin membuat banyak keputusan. Keputusan merupakan rangkaian tindakan yang perlu diikuti dalam memecahkan masalah untuk menghindari atau mengurangi dampak negatif, atau untuk memanfaatkan kesempatan.

Kondisi ini menjadi tidak mudah dengan semakin rumitnya aktivitas dan keterbatasan sumber daya yang tersedia. Apalagi informasi yang dibutuhkan tidak berasal langsung dari sumbernya. Untuk itu manajemen sebagai pengguna informasi membutuhkan suatu sistem pendukung (support systems) yang mampu meningkatkan pengambilan keputusannya, terutama untuk  kondisi yang tidak terstruktur ataupun sistem pendukung untuk tingkatan tertentu saja.

Ada dua alasan penting mengapa manajemen membutuhkan system pendukung yang mampu untuk meningkatkan pengambilan keputusannya.

  1. Keputusan untuk membangun sistem informasi yang dapat memenuhi kebutuhan manajemen tingkat atas. Dengan hanya mengandalkan sistem informasi manajemen tanpa bantuan sistem pendukungnya, sulit bagi manajemen terutama ditingkat atas untuk mengambil keputusan yang strategis. Hal ini disebabkan karena umumnya pengambilan keputusan yang strategis tersebut lebih bersifat kebijakan dengan dampak luas dan/atau padasituasi yang tidak terstruktur

Contoh:

Terkait dengan kelangkaan BBM dibeberapa wilayah di Indonesia telah mendorong upaya  beberapa  pihak  yang tidak  bertanggung jawab untuk  melakukan penimbunan. Untuk itu manajemen di Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebagai lembaga pengatur  yang bertanggungjawab untuk  memerintahkan  Pertamina yang mengelola BBM harus dengan cepat mengambil keputusan yang strategis atas gejala penimbunan sehingga dapat mengatur strategi distribusi dan pemasaran dalam upaya mengatasi kelangkaan dan penimbunan.

  1. Kebutuhan untuk  menciptakan pelaporan dan proses pengambilan keputusan yang memiliki arti (makna). Manajemen di sini di dorong untuk bagaiman mengembangkan pelaporan yang lebih baik lagi untuk pengukuran kinerja aktivitas yang dilaksanakannya dan menginformasikan berbagai tipe pengambilan keputusan yang baru. Dengan bantuan sistem pendukung yang disiapkan, maka hal ini akan lebih memungkinkan manajemen untuk mendapatkan pelaporan dan proses pengambilan keputusan yang lebih baik lagi.

Selain dua alasan yang dikemukakan di atas, masih ada beberapa alasan lainnya mengapa sistem pendukung dibutuhkan dalam melengkapi system informasi manajemen yang ada, yaitu:

1)      untuk melengkapi sistem informasi manajemen yang tersedia  adalah  karena sistem ini tentunya akan lebih mempercepat perhitungan,

2)      untuk mengatasi kelemahan-kelemahan sistem informasi manajemen yang ada terutama dalam menyajikan informasi yang tidak terstruktur atau informasi yang hanya diperuntukkan untuk manajemen tingkat atas,

3)      untuk meningkatkan kemampuan dalam pemrosesan dan penyimpanan data dan informasi, mengurangi biaya, mendukung aspek teknis dalam pengambilan keputusan, dan

4)      untuk mendukung kualitas, dan memberikan keunggulan kompetitif bagi penggunanya.

  1. B. Sistem pendukung Sistem Informasi Manajemen

Banyak sistem pendukung  yang tersedia dan mampu melengkapi system informasi manajemen yang ada. Beberapa sistem pendukung yang akan dibahas di sini,di antaranya adalah:

  1. 1. Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan/Decision-Support Systems (DSS)
  2. 2. Sistem Kelompok Pendukung Pengambilan Keputusan/Group Decision-Support Systems (GDSS)
  3. 3. Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan Eksekutif/Executive-Support Systems (ESS)
  4. 4. Sistem Pakar/Expert System

Keempat sistem pendukung tersebut, dapat mendukung pengambilan keputusan dengan sejumlah cara. Sistem pendukung ini dapat dengan otomatis melakukan prosedur-prosedur pengambilan keputusan tertentu.

Contoh:Penentuan sistem distribusi BBM agar kelangkaan dipasar dapat segera diatasi, penetapan harga eceran tertinggi untuk tetap menjaga pasar  mendapatkan jumlah persediaan yang paling tepat pada saat dibutuhkan, menjaga persediaan pada jumlah yang paling optimal dan memaksimalkan permintaan pengguna dan menjaga tingkat kelancaran distribusinya.

1.Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan – Decision Support Systems(DSS)

Sistem pendukung pengambilan keputusan kelompok (DSS) adalah system berbasis computer  yang interaktif,  yang membantu pengambil keputusan dalam menggunakan data dan model untuk menyelesaikan masalah yang tidak terstruktur.

Sistem pendukung ini membantu pengambilan keputusan manajemen dengan menggabungkan data, model-model dan alat-alat analisis yang komplek, serta perangkat lunak yang akrab dengan tampilan pengguna kedalam satu sistem yang memiliki kekuatan besar (powerful) yang dapat mendukung pengambilan keputusan yang semi atau tidak terstruktur.

DSS menggabungkan sumber daya intelektual seorang individu dengan kemampuan komputer dalam rangka meningkatkan kualitas pengambilan keputusan. DSS diartikan sebagai tambahan bagi para pengambil keputusan, untuk memperluas kapabilitas, namun tidak untuk menggantikan pertimbangan manajemen dalam pengambilan keputusannya.

DSS juga memungkinkan para manajer untuk  melihat dampak-dampak yang mungkin timbul dari berbagai keputusan yang diambil yang disebut  model yang dapat memperkirakan dampak sebuah keputusan. Sebagaicontoh: Para calon Bupati/Walikota suatu daerah dalam rangka suatuPilkada menjanjikan akan menggratiskan biaya pendidikan sampai tingkat tertentu atau menggratiskan biaya pengobatan ditingkat Puskemas, maka dampak keputusan tersebut diperkirakan jumlah pemilih akan meningkat secara signifikan, atau justru para pemilih sama sekali tidak mempercayainya karena hanya dianggap sebagai janji kosong belaka.

Model tersebut tidak dapat menentukan apakah janji kampanye tersebut merupakan suatu keputusan terbaik, mereka hanya dapat menentukan apa yang mungkin terjadi jika keputusan itu dibuat.DSS dimaksudkan untuk melengkapi sistem informasi manajemen dalam meningkatkan pengambilan keputusan. Sistem informasi manajement terutama menyajikan informasi mengenai kinerja aktivitas untuk membantu manajemen memonitor dan mengendalikan kegiatan.

Kadangkala laporan sistem informasi manajemen ini merupakan laporan eksepsi (exception reports), yaitu hanya menyoroti kondisi-kondisi yang khusus. Sistem informasi manajemen yang tradisional umumnya menyajikan pelaporan yang tercetak (hard copy reports). Dewasa ini, pelaporan yang semacam itu dapat diperoleh secara on-line melalui intranet dan mungkin lebih banyak lagi laporan yang dapat dihasilkan berdasarkan kebutuhan.

Jika SIM menyajikan kepada penggunanya data atau informasi untuk pengambilan keputusan yang sudah pasti dan tetap (terstruktur atau rutin), maka DSS menyajikan seperangkat kemampuan untuk keputusan yang sifatnya tidak terstruktur,di mana DSS lebih menekankan pada pengambilan keputusan atas situasi yang dengan cepat mengalami perubahan, kondisi yang memerlukan fleksibilitas, dan berbagai keputusan untuk respon yang segera.

Ada dua tipe DSS yang dikenal, yaitu: Model-driven DSS dan  Data-drivenDSS. Jenis DSS yang pertama merupakan suatu sistem yang berdiri sendirit erpisah dari sistem informasi organisasi secara keseluruhan. DSS ini sering dikembangkan langsung oleh masing-masing pengguna dan tidak langsung dikendalikan dari divisi sistem informasi. Kemampuan analisis dari DSS ini umumnya dikembangkan berdasarkan model atau teori yang ada dan kemudian dikombinasikan dengan tampilan pengguna yang membuat model ini mudah untuk digunakan.

Contoh dari model-driven DSS ini yang dipergunakan diperusahaan pelayaran yaitu voyage estimating decision support systems. DSS ini mempunyai kemampuan/kapabilitas untuk menghitung rincian pelayaran baik untuk masalah keuangan maupun perhitungan teknis. Penghitungan aspek keuangan meliputi biaya untuk pelayaran (bahan bakar, upah pekerja, dan modal yang dibutuhkan), tarif angkut untuk berbagai tipe pengiriman kargo, dan biaya pelabuhan. Rincian teknis meliputi faktorf-actor yang berhubungan dengan masalah pelayaran, seperti: kapasitas kargo, kecepatan, jarak, konsumsi bahan bakar dan kebutuhan air, serta pola bongkar muat.

Sistem ini dapat menjawab berbagai pertanyaan,seperti: Kapal mana yang digunakan untuk memberikan keuntungan yang maksimum? Berapa kecepatan optimal yang dapat memaksimumkan keuntungan? Apa tipe dari bongkar muat yang optimal? DSS ini dapat dioperasikan dalam sebuah desktop komputer yang menyajikan system  menu yang membuat pengguna mudah untuk memasukkan data atau mendapatkan informasi

Jenis DSS yang kedua, data-driven DSS, menganalisis sejumlah besar data yang ada atau tergabung di dalam sistem informasi organisasi.

DSS ini membantu untuk proses pengambilan keputusan dengan memungkinkan para pengguna untuk mendapatkan informasi yang bermanfaat dari data yang tersimpan di dalam database yang besar. Banyak organisasi atau perusahaan mulai membangun DSS ini untuk memungkinkan para pelanggannya memperoleh data dari website-nya atau data dari system informasi organisasi yang ada. Decision Support Systems meliputi berbagai komponen yang termuat didalam sistem pendukung ini, yaitu:

  • DSS database:

Kumpulan data berjalan atau historis dari sejumlah aplikasi.Komponen ini digunakan untuk menanyakan dan menganalisis data.Database ini dapat berupa PC database atau massive database.

• DSS software system:

Kumpulan dari perangkat lunak yang digunakan untuk menganalisis data, seperti: On-Line Analytical Processing (OLAP) tools, dataminingtools, atau kumpulan dari model-model matematika dan analisa yangmudah untuk diakses oleh para pengguna DSS. Model ini dapat berupa model fisik (model rancangan ruang kerja, taman, dan model pesawatterbang), model perhitungan matematika (seperti: persamaan,alogaritma, anuitas, cicilan bunga kredit), atau model verbal (seperti:deskripsi suatu prosedur untuk penulisan suatu  perintah kerja/order).

Masing-masing DSS dibangun untuk seperangkat tujuan tertentu dan akan menghasilkan berbagai kumpulan model tergantung pada kebutuhan dan tujuannya.

Perangkat lunak sistem DSS yang umum juga dapat berupa model statistik yang memuat berbagai fungsi statistik, antara lain: means,medians, deviations, dan scatter plots. Perangkat lunak ini memiliki kapabilitas untuk memproyeksikan ke depan mengenai outcomes dengan cara menganalisis sekumpulan data.

DSS banyak diterapkan di organisasi-organisasi yang sudah mapan. Banyak cara yang digunakan untuk menerapkan DSS untuk membantu mempertajam proses pengambilan keputusan. Kapabilitas yang melekat pada DSS sangat membantu organisasi-organisasi yang menggunakannya untuk memungkinkan terciptanya koordinasi proses kegiatan baik internal maupun eksternal dengan cara yang lebih akurat.

Berikut beberapa contoh organisasi atau perusahaan yang memanfaatkanDSS dalam aktivitas operasi atau usaha yang dilaksanakan:

Jenis Industri Tujuan Penerapan DSS
Industri Asuransi Menentukan pola penutupan asuransi dan deteksi kemungkinan kecurangan (fraud).
Industri Perbankan Memperbarui profil atau data nasabah.
Perusahaan Manufaktur Menentukan kebutuhan persediaan bahan baku yang paling optimal dan efisien.

Pertumbuhan volume kegiatan/transaksi secara elektronis yang meningkat tajam telah mendorong banyak organisasi untuk mengembangkan DSS di mana pelanggan dan pegawai dapat mengambil manfaat dari sumber-sumber informasi yang tersedia di internet dan kapabilitas dari website yang memungkinkan komunikasi untuk berbagaiaktivitas.

Beberapa DSS memang difasilitasikan untuk membantu manajemen, namun tersedia pula DSS yang mampu untuk menarik pelanggan dengan cara menyediakan berbagai informasi dan alat yang dapat membantu mereka untuk mengambil keputusan pada saat mereka menyeleksi jasa dan produk.

Banyak orang tertarik dalam melakukan proses pembelian barang atau jasa menggunakan mesin pencari internet (search engines) atau on-linecatalogs, web directories, e-mail, atau alat-alat lainnya untuk menentukan lokasi informasi yang dibutuhkan dalam rangka membantunya dalam proses pengambilan keputusan.

Web-base dDSS telah menjadi sesuatu yang populer dan sangat memberikan manfaat yang besar bagi para anggota atau pelanggan yang dituju organisasi atau perusahaan tersebut. Dari uraian di atas mengenai DSS, maka beberapa karakteristik dan kapabilitas DSS yang dapat diidentifikasi adalah sebagai berikut:

  1. Sistem ini memberikan dukungan bagi pengambil keputusan, terutama dalam situasi semi-terstruktur atau tidak-terstruktur.
  2. Sistem ini memberikan dukungan untuk berbagai tingkatanmanajemen, mulai dari tingkat manajemen puncak hingga ke tingkatmanajemen yang paling bawah dan para pegawai lainnya.
  3. DSS memberikan dukungan untuk beragam tipe dan prosespengambilan keputusan yang harus dilakukan.
  4. DSS dapat beradaptasi terhadap waktu dan fleksibel; pengguna dapatmenambah, menghapus, mengkombinasikan, mengubah, atau menatakembali elemen-elemen dasar.
  5. Tampilan DSS akrab dengan pengguna, memiliki kapabilitas yangbesar, dan dirancang agar dapat interaktif sehingga mudah untukdigunakan.
  6. DSS mampu untuk meningkatkan efektivitas pengambilan keputusandengan fokus pada keakuratan, ketepatan waktu, dan kualitas hasil,serta mengefisiensikan biaya dalam proses pengambilan keputusan.
  7. Pengambil keputusan memiliki kendali yang lengkap atas seluruhlangkah proses pengambilan keputusan dalam pemecahan masalah.
  8. Pengguna-akhir mampu mengkonstruksi dan memodifikasi sistem yangsederhana oleh mereka sendiri. Sedangkan untuk sistem yang lebihbesar, biasanya dapat dibangun dengan dukungan dari spesialis sisteminformasi.
  9. DSS biasanya menggunakan model-model dalam analisis situasipengambilan keputusan yang mudah untuk dioperasikan olehpengguna.

10. Sistem ini memberikan dukungan bagi pengambil keputusan, terutamadalam situasi semi-terstruktur atau tidak-terstruktur.

11. Sistem ini memberikan dukungan untuk berbagai tingkatanmanajemen, mulai dari tingkat manajemen puncak hingga ke tingkatmanajemen yang paling bawah dan para pegawai lainnya.

12. DSS memberikan dukungan untuk beragam tipe dan prosespengambilan keputusan yang harus dilakukan.

13. DSS dapat beradaptasi terhadap waktu dan fleksibel; pengguna dapatmenambah, menghapus, mengkombinasikan, mengubah, atau menatakembali elemen-elemen dasar.

14. Tampilan DSS akrab dengan pengguna, memiliki kapabilitas yangbesar, dan dirancang agar dapat interaktif sehingga mudah untukdigunakan.

15. DSS mampu untuk meningkatkan efektivitas pengambilan keputusandengan fokus pada keakuratan, ketepatan waktu, dan kualitas hasil,serta mengefisiensikan biaya dalam proses pengambilan keputusan.

16. Pengambil keputusan memiliki kendali yang lengkap atas seluruh langkah proses pengambilan keputusan dalam pemecahan masalah.

17. Pengguna-akhir mampu mengkonstruksi dan memodifikasi sistem yangsederhana oleh mereka sendiri. Sedangkan untuk sistem yang lebih besar, biasanya dapat dibangun dengan dukungan dari spesialis sisteminformasi.

18. DSS biasanya menggunakan model-model dalam analisis situasipengambilan keputusan yang mudah untuk dioperasikan olehpengguna.

2.Sistem Kelompok Pendukung Pengambilan Keputusan – Group Decision Support Systems (GDSS)

GDSS merupakan sistem berbasis komputer yang interaktif untuk memudahkan pencapaian solusi oleh sekelompok pengambil keputusan atas permasalahan yang sifatnya tidak terstruktur. GDSS dikembangkan untuk menjawab tantangan terhadap kualitas dan efektivitas pengambilan keputusan yang dilakukan oleh lebih dari satu orang(kelompok orang).

Permasalahan yang perlu digaris bawahi untukpengambilan keputusan yang dilakukan oleh sekelompok orang antara lain adalah banyaknya para pengambil keputusan, waktu yang harus dialokasikan, dan meningkatnya peserta yang ada. GDSS memberikan dukungan pada pemecahan masalah dengan menyediakan suatu pengaturan yang mendukung komunikasi bagi anggota yang tergabung dalam kelompok.

Beberapa manfaat yang dapat di peroleh dengan penggunaan GDSS ini, antara lain adalah:

1)    Meningkatkan perencanaan awal, yaitu untuk membuat diskusi ataupertemuan menjadi lebih efektif dan efisien.

2)    Meningkatkan partisipasi, sehingga setiap peserta dari berbagai latarbelakang dapat memberikan kontribusinya dengan optimal.

3)     Menciptakan iklim yang lebih terbuka dan kolaboratif, yaitu tanpamembuat pihak yang tingkatannya lebih rendah merasa takut danterancam. Dan juga tidak membuat pihak yang tingkatannya lebihtinggi mendominasi jalannya suatu rapat, pertemuan/meeting.

4)    Setiap ide yang ditawarkan bebas dari kritik, memungkinkan pesertarapat, pertemuan/meeting mengkontribusikan ide atau pendapatnyatanpa takut untuk dikritik.

5)    Evaluasi yang objektif, menciptakan atmosfir di mana suatu ide akandievaluasi secara objektif dan tidak memandang siapa yangmemberikan ide tersebut.

6)    Menghasilkan ide organisasi, yaitu bagaimana tetap memfokuskanpada tujuan rapat, pertemuan/meeting, mencari cara yang palingefisien untuk mengorganisir ide yang dihasilkan dalam sesibrainstorming, dan mengevaluasi ide dalam batasan waktu yangpaling sesuai.

7)    Menetapkan prioritas dan mengambil keputusan, yaitu mencari carauntuk menampung seluruh pemikiran dalam pengambilan keputusan.

8)    Dokumentasi hasil rapat, pertemuan/meeting, sehingga seluruhpeserta dapat memperoleh dokumen yang lengkap dan terorganisiryang dibutuhkan untuk melanjutkan pekerjaan dari projek atauaktivitas yang dievaluasi.

9)    Mampu melakukan akses informasi eksternal, yang memungkinkanketidaksepakatan yang signifikan dan faktual dapat diselesaikandengan tepat waktu, sehingga memungkinkan meeting dapat terusdilanjutkan dan produktif.

10)   Menghasilkan notulen hasil diskusi, sehingga pihak yang tidak dapat berpartisipasi langsung dapat tetap memahami hasil dan isi dari meeting.Permasalahan yang mungkin timbul dalam GDSS adalah karena digunakannya berbagai metode baru untuk mengorganisir dan melaksanakan rapat, pertemuan/meeting maka mungkin ada keengganan atau penolakan di awal dari penggunaan GDSS ini.

Dalam pemanfaatan GDSS ini, maka beberapa alat dalam perangkat lunak yang dibutuhkan di sini, antara lain adalah:

a)      Kuesioner Elektronik; alat ini membantu untuk membuat perencanaanawal dengan mengidentifikasi permasalahan yang menjadi perhatian dan membantu memastikan bahwa informasi yang penting tidak terlewatkan.

b)       Sarana Diskusi Elektronik; memungkinkan kelompok orang yang terlibat untuk secara bersama dan tanpa diketahui (tetap terjagakerahasiaannya) untuk mengkontribusikan ide atau pemikirannya atastopik yang dibahas dalam kelompok.

c)      Pengelola Ide; memudahkan integrasi yang diorganisir dan sintesa ideyang dihasilkan selama proses brainstorming.

d)      Alat Pembuat Kuesioner; mendukung fasilitator dan pimpinankelompok untuk pengumpulan informasi, sebelum maupun selamaproses penetapan prioritas.

e)      Alat untuk voting; memberikan kemudahan dengan menyediakanmetode atau teknik untuk penetapan prioritas atau voting.

f)         Alat identifikasi dan analisa stakeholder; menggunakan pendekatanyang terstruktur untuk mengevaluasi dampak usulan yang timbul diorganisasi dan mengidentifikasi serta menilai dampak potensial dariproyek yang diusulkan.

g)       Alat pernyataan kebijakan; menyajikan dukungan yang terstrukturuntuk pengembangan kesepakatan atas penggunaan kata-kata dalampernyataan kebijakan.

h)      Istilah-istilah group; mendokumentasikan kesepakatan kelompok ataskata-kata dan istilah-istilah yang disepakati.

Banyak keputusan besar organisasi yang dibuat oleh kelompok (group).Sayangnya, mengumpulkan suatu kelompok secara bersama-sama dalamsuatu tempat pada suatu waktu adalah pekerjaan yang sulit dan mahal. Disisi lain, rapat kelompok tradisional, seperti penyusunan pedoman ataukebijakan di instansi pemerintah pusat maupun daerah, sering sekali memakan waktu lama dan dapat menghasilkan keputusan yang kurang bermanfaat.Karena itu, banyak sistem informasi berbasis komputer yang mencoba meningkatkan kerja kelompok tersebut, seperti groupware, electronicmeeting systems, collaborative systems, dan group decision sistempendukung (GDSS).

Sistem ini adalah sistem berbasis komputer yangmemfasilitasi pemecahan atas masalah tidak terstruktur oleh suatukelompok pengambil keputusan.Komponen GDSS terdiri dari perangkat keras, perangkat lunak, manusia,dan prosedur. Komponen-komponen ini dirangkai guna mendukung proses untuk mencapai suatu keputusan kelompok.

Karakteristik penting dari GDSS adalah sebagai berikut:

1)      GDSS adalah sistem informasi yang dirancang secara khusus, bukan secara sederhana, yang merupakan konfigurasi dari komponen sistemyang telah ada.

2)      Sistem ini dirancang untuk tujuan mendukung kelompok pengambilkeputusan dalam melaksanakan tugasnya. Karenanya, GDSS harusmeningkatkan proses pengambilan keputusan atau hasil dari suatukelompok.

3)      GDSS mudah untuk dipelajari dan digunakan. Sistem inimengakomodasikan pengguna dengan berbagai tingkatan pengetahuankomputerisasi.

4)      GDSS dapat dirancang untuk satu tipe masalah atau untuk beragamtingkatan kelompok organisasi keputusan.

5)      GDSS dirancang untuk mendorong aktivitas-aktivitas, sepertipenghasilan ide, penyelesaian konflik, dan pemberian pendapat yang penggunaan teknologinya.

3.Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan Eksekutif/Executive Support Systems (ESS)

Dalam sistem pendukung pengambilan keputusan eksekutif istilah executive support system (ESS) sering dipertukarkan dengan executiveinformation system (EIS). Namun, ada juga yang membedakan keduanya.Jika dibedakan, EIS sering didefinisikan sebagai sistem informasi berbasis komputer yang menyajikan kebutuhan informasi eksekutif puncak. Sistem ini memberikan akses cepat atas informasi dan laporan manajamen. Disisi lain, ESS adalah sistem pendukung komprehensif  yang mempunyai ke lokasi, dan faktor penghambat dapat segera diidentifikasi.

Faktor keberhasilan kritikal dapat dimonitor dengan lima tipe informasi,yaitu narasi masalah kritikal, diagram penjelas, keuangan tingkat puncak, faktor kunci, dan laporan pertanggung jawaban terinci. Dengan status akses, top eksekutif dapat memantau data atau laporan terakhirmengenai indikator kunci melalui jaringan kapan saja. Pemantauan dapatdilakukan secara harian atau setiap jam.

Kemampuan analisis kebanyakan dimiliki oleh ESS. Top eksekutif dapat menggunakan ESS untuk melakukan analisis sesuai dengan kebutuhannya.Analisis dapat dilakukan oleh top eksekutif dengan menggunakan fungsiyang sudah ada, mengintegrasikan sistem lain dengan ESS, atau analisis dengan menggunakan agen intelejen.

.Dengan pelaporan ini, top eksekutif dapat memfokuskan perhatiannyapada suatu keadaan atau kinerja yang buruk.Hal-hal kritis, dengan ESS, disajikan tidak saja dalam angka-angka, tetapi juga dengan warna. Misalnya, hijau menunjukkan kondisi baik, kuning untuk peningatan, dan merah untuk menggambarkan kondisi yang buruk. Kemampuan navigasi informasi adalah kemampuan untuk menjelajah informasi berbagai data secara mudah dan cepat. Untuk meningkatkan kemampuan ini, dapat digunakan hypermedia (yang merupakan pengembangan dari teknologi hypertext).

Sistem komunikasi sangat dibutuhkan oleh top ekskutif. Dalam ESS,sistem komunikasi dapat mengirim atau menerima e-mail, mengirim  laporan untuk mendapatkan perhatian seseorang, memanggil rapat, atau memberikan komentar ke suatu kelompok diskusi di Internet.

4.Sistem Pakar – Expert Systems (ES)

Para ahli atau pakar biasanya memiliki pengetahuan (knowledge) danpengalaman khusus untuk masalah tertentu. Mereka paham betul alternatif pemecahan, kemungkinan keberhasilannya, serta keuntungan dan kerugian yang mungkin timbul. Mereka biasanya digunakan oleh instansi untuk memberi nasehat atas masalah tertentu, seperti pada Departemen Pertahanan masalah pembelian peralatan militer yang teknologinya canggih, penyelesaian tuntutan pembubaran Bisnis TNI, perdampingan/reorganisasi departemen, dan strategi  komunikasi denganmedia massa. Makin tidak terstruktur masalahnya, makin spesialis nasehat yang dibutuhkan dari mereka.

Expert systems (ES) mencoba untuk meniru pengetahuan pakar tersebut.Sistem ini biasanya digunakan jika organisasi harus memberikan keputusan atas suatu masalah yang kompleks. Secara khusus, ES adalah paket komputer untuk memecahkan atau mengambil keputusan atas suatu masalah spesifik atau terbatas, yang kemampuan pemecahannyadapat sama atau melebihi suatu tingkat kemampuan seorang pakar.Ide dasar di balik ES, yang merupakan teknologi intelejensia buatanterapan, sebenarnya sederhana, yaitu memindahkan keahlian seorangatau beberapa orang pakar ke komputer.

Pengetahuan pakar ini kemudian disimpan dalam komputer. Pengguna tinggal memanggil komputer untuk meminta saran yang dibutuhkan dapat melakukan inferensi (inference) agar sampai kepada suatu simpulan khusus. Karena itu, seperti seorang

konsultan, sistem ini dapat memberikan saran kepada seseorang yang bukan pakar dan jika diperlukan juga dapat menjelaskan logika dibelakang sarannya tersebut.

ES bisa dibagi dalam dua bagian: lingkungan pengembangan (development environment) dan lingkungan konsultasi (consultation environment).Lingkungan pengembangan digunakan oleh pengembang ES untuk membangun komponen komponen ES dan menempatkan pengetahuan (knowledge) pada basis pengetahuan (knowledge base). Lingkungan konsultansi digunakan oleh non-pakar untuk memperoleh pengetahuand an nasehat para pakar yang disimpan di sistem.

Tiga komponen utama yang biasanya ada dalam ES adalah basis pengetahuan, mesin inferensi (inference engine), dan tampilan pengguna (user interface). Namun demikian, secara umum, suatu ES mengandung komponen-komponen berikut:

  1. Subsistem pemerolehan pengetahuan (knowledge acquisition subsystem). Pemerolehan pengetahuan adalah pengumpulan, pemindahan, dan pentransformasian keahlian pemecahan masalahpara pakar atau pendokumentasian sumber-sumber pengetahuan keprogram komputer yang digunakan untuk mengkonstruksikan atau  memperluas basis pengetahuan. Karena pemerolehan pengetahuandari para pakar adalah pekerjaan yang kompleks, biasanya dibutuhkanp erantara, yaitu teknisi pengetahuan (knowledge engineer).
  2. Basis pengetahuan. Basis pengetahuan mengandung pengetahuan yang diperlukan untuk memahami, memformulasikan, dan memecahkanmasalah. Basis ini terdiri dari dua elemen utama, yaitu fakta dan kelaziman (rule). Informasi dalam basis pengetahuan dimuat dalam program komputer melalui suatu proses yang disebut representasipengetahuan (knowledge representation).
  3. Mesin inferensi. Otak dari sistem pakar adalah mesin inferensi, yang juga dikenal sebagai stuktur pengendali (control structure) ataupenginterpretasi kelaziman (rule interpreter). Mesin inferensi biasanya memiliki tiga elemen utama, yaitu suatu penginterpretasi (interpreter), penjadwalan (scheduler), dan penegak konsistensi

(consistency enforcer).

  1. Pengguna.
  2. Tampilan pengguna.
  3. Papan belakang (ruang kerja). Papan belakang adalah suatu area memori kerja untuk menguraikan kondisi yang ada, yang ditentukanoleh data masukan.
  4. Subsistem penjelasan (penjustifikasi). Subsistem ini dapat menelusuri tanggung jawab atas simpulan-simpulan yang diberikan kepada sumbernya. Biasanya, secara interaktif, subsistem ini menjawab pertanyaan seperti: Kenapa suatu pertanyaan diajukan oleh ES?Bagaimana suatu simpulan dicapai? Kenapa alternatif tertentu justruditolak?
  5. Sistem pengurai pengetahuan (knowledge refining system). Sistem ini menganalisis pengetahuannya sendiri dan penggunaannya, belajar dari ini, dan meningkatkannya untuk konsultasi berikutnya.
  1. C. Tahapan proses pengambilan keputusan

Model yang bermamfaat dan terkenal yang diajukan oleh Herbert A.Simon akan digunakan sebagai dasar Perangkat lunak dukungan  keputusan yang ada dalam suatu sistem imformasi manajemen telah diuraikan tediri atas tiga tahapan dijabarkan sebagai berikut:

1)

A.penelusurann

penulusuran terdiri dari usaha penyelidikan

lingkungan yang memancing keputusan, ini

B.Desain

sama  dengan pengakuan adanya masalah.

2)      desain merupakan penemuan, pengembangan,

dan penganalisisan arah tindakan yang

C.pemilihan

mungkin.

3)      pemilihan melibatkan seleksi suatu arah

tindakan dan pelaksanaannya.

Ada kecenderunagn pada beberapa perancang sistem imformasi bahwa suatu pangkalan data akan banyak memperbaiki pembuatan keputusan. Pada hakikatnya terdapat tiga unsur penting dalam pembuatan keputusan, yakni:

1)      Data

2)      Model keputusan atau prosedur keputusan

3)      Pembuat keputusan

Perangkat lunak pendukung keputusan tidaklah semantap perangkat lunak pengolahan transaksi atau manajemen data. Meskipun demikian terdapat suatu peningkatan penggunaan perangkat lunak dukungan keputusan sebagai pelaksana sistem informasi manajemen dan organisasi.

Keputusan yang diprogramkan versus yang tidak diprogramkan

Perbedaan antara keputusan yang diprogramkan dan tidak diprogramkan adalah penting karena kebutuhan operasionalnya adalah berbeda untuk kedua jenis itu. Ciri keputusan yang diprogramkan dapat digambarkan sebagi berikut:

Yang diprogramkan Yang tidak diprogramkan
Berulang 

Dirumuskan dengan teliti aturan keputusan atau

al-goritme keputusan untuk bawahan

Kadang-kadang 

unik

analisis baru untuk tiap kejadian

suatu keputusan yang diprogramkan dirumuskan dengan teliti dan berulang hingga aturan keputusan atau algoritma keputusannya bisa didefinisikan.Pemakaian komputer untuk mengolah aturan keputusan yang diprogramkan merupakan suatu pra pemilihan seorang pembuat keputusan.

Karena pembuatan keputusan merupakan suatu proses yang mahal dalam ukuran sumber daya yang sangat langka seperti waktu dan upaya manajerial, keputusan yang diprogramkan merupakan suatu motode yang efesien untuk mendayagunakan sumber daya yang langka dan peningkatan prodiktifitas manajer. Keputusan yang tidak diprogramkan tidak banyak berulang atau keputusan itu sangat berbeda tiap pengulangan hingga model umum  tidak bisa dikembangkan sebagi dasar pembuatan programnya.

Modul dukungan keputusan harus menyediakan bantuan pada tiga jenis kegiatan:

  1. Penetapan suatu keputusan yang diprogramkan
  2. Pelaksanaan suatu keputusan yang diprogramkan
  3. Pengambilan suatu keputusan yang tidak diprogramkan

1.Perangkat Lunak Untuk Intelegensi atau Penelusuran keputusan

Tahap penelusuran proses pembuatan keputusan seringkali juga  disebut ”pengenalan masalah atau peluang”. Analisis dan pemilihan tidak bisa berlangsung kalau masalahnya belum diidentifikasi. Tahap penelusuran terdiri dari pencarian atau penyaringan lingkungan (secara intern maupun eksteren) untuk menemukan keadaan yang menunjukan adanya peluang atau masalah. Adanya peluang atau masalah mengawali analisis lanjutan dan pilihan tahapan pembuatan keputusan

Jenis peluang dan masalah

Suatu sitem informasi untuk mengidentifikasikan masalah atau peluang memerlukan unsur berikut:

  • Pangkalan data, pengolahan dan penelusuran:
    • Pengumpulan data penyimpanan
    • Pengukuran dan pengolahan data yang berkaitan dengan masalah dan peluang yang mungkin
    • Penyaringan dan algoritme penyelidikan
    • Laporan: laporan pada para pembuat keputusan

Penelusuran peluang dan masalah

Penelusuran dapat berlangsung hanya kalau kondisi masalah dan peluang dapat diidentifikasi. Biasanya identifikasi ini memerlukan:

a)   Pengukuran atau suatu veriabel

b)   Perbandingan ukuran dengan suatu satandar, rencana atau tolak ukur lainnya.

c)   Penilaian atas perbedaan positif atau negatif untuk menentukan apakah terdapat masalah atau peluang.

Penelusuran masalah dan peluang mempunyai ciri yang berbeda tergantung pada apakah penelusuran dapat terstruktur dan aplikasi penelusuran ini berlangsung terus atau secara khusus.perbedaan ini dikelompokan dalam tiga jenis penellususran sebagai berikut:

1)      Penelusuran terstruktur yang kontinu

:penelusuran atau penyelidikan bisa terjadi tiap hari, jam, detik, harian, mingguan, bulanan dan sebagainnya, tergantung pada perkirann keseringan munculnya masalah, kegawatan pada saat masalah itu terjadi, dan kecepatan perubahan dalam faktor yang terlibat.

2)      Penelusuran terstruktur yang khusus(ad hoc)

Proses hanya diterapkan kalau indikator lainnya memperlihatkan adanya kebutuhan untuk itu. penelusuran dengan SIM yang trstruktur dan  khusus (ad-hoc) melibatkan algoritma dan format laporan. Pangkalan data bisa dipelihara organisasi atau .hanya dibangun kalau dibutuhkan.

3)      Penelususran tidak terstruktur yang khusus(ad hoc)

Dukunagn SIM pada penelusuran tak terstruktur terutama terletak pada kemudahan jangkauan pada pangkalan  data. Memeperhitunngkan ciri penelusuran manusia. Manusia bisa menarik kesimpulan dengan penyelidikan data yang tidak ada algoritmanya untuk pengolahan.

Keluaran laporan dari tahapan penelusuran

Tujuan perangkat lunak penelusuran adalah untuk mengidentifikasi masalah, keluarannya dapat berupa tiga jenis:

  • Keluaran yang langsung untuk perangkat lunak tahapan desain keputusan
  • Keluaran yang menyatakan desain keputusan dan langkah pilihan keputusan yang harus diikuti
  • Keluaran yang menyatakan suatu pemecahan atau peluang yang mungkin tetapi tanpa indikator untuk tindakan mendatang

2.Perangkat Lunak Untuk Desain Keputusan

Setelah tahapan penelusuran yang menghasilkan pengenalan masalah atau peluang, langkah berikutnya dalam proses keputusan adalah desain keputusan. Proses ini melibatkan penemuan, pengembangan, dan penganalisisan arah tindakan yang terbuaka. Hal ini memerlukan proses pemahaman masalah, dorongan keputusan, dan pengujian pemecahan untuk kelayakannya.

Perangkat lunak sebagi bantuan pemahaman masalah

Langkah pertama dalam pemahaman masalah adalah mengembangkan suatu model situasi. Ruang lingkup teknik pembuatan model adalah luas. Contohnya adalah penjelasan lisan sederhana, bagan alur, pernyataaan matematik yang rumit dan profram komputer, model untuk SIM bisa berisi serangkaian model untuk penggunaan dalam situasi yang berbeda dan fungsi yang berbeda.

Dukungan perangkat lunak untuk SIM membekali para pembuat keputusan dengan kemampuan penemuan hubungan yang menunjukan model atau hipotesis baru dan kemampuan menghitung faktor, koefisien, hubungan, dan sebagainya yang memungkinkan penciptaanmodel masalah atau peluang yang lebih berguna.

Perangkat Lunak Sebagai Bantuan Penciptaan Pemecahan

Kalau proses pemahaman masalah sudah menghasilkan suatu model yang menjelaskan masalah (atau peluang) dan juga memungkinkan beberapa analisis ciri, penciptaan pemecahan atau arah tindakan yang mungkin dibantu oleh dua sisitem, yakni:

  1. Modelnya sendiri. Manipulasi model seringkali membkuka cakrawala yang menjurus pada penciptaan gagasan pemecahan
  2. Sistem pencarian kembali pangkalan data. Kemampuan pencaharian kembali menghasilkan data yang berguna dalam penciptaan gagasan pemecahan.

Dalam ancangan ini, program komputer mengarahkan pembuatan keputusan dalam suatu strategi penelusuran keputusan yang rasional. Misalnya, prosedur penelususran pemecahan bisa diawali dengan serangkaian pertanyaan yang berhubungan dengan pemecahan umum. Pertanyaan tersebut dapat diikuti dengan serangkaian pertanyaan lagi yang membantu pembuat keputusan untuk mempertimbangkan semua alternatif.

Perangkat Lunak untuk Pengujian Kelayakan Pemecahan

Suatu pemecahan diuji kelayakannya dengan menganalisi dalam rangka lingkungan yang dipengaruhinya yakni: bidang masalah, organisasi keseluruhan, saingan dan masyarakat. Aanalisis dapat dikerjakan menurut penilai masing-masing penganalis dengan melihat  ukuran lingkungan.Hal ini memerlukan pencarian kembali data guna pembandingan.

Suatu ancangan lain adalah adalah menganalisiss pemecahan yang disarankan dengan penggunaan model dari lingkungan yang berbeda. Model ini pada umumnya akan melibatkan program komputer dan suatu pangkalan data. Model dasar dalam suatu SIM yang lengkap akan memepunyai sejumlah model yang demikian

3.Perangkat Lunak untuk Pemilihan

Dukungan perangkat lunak dari tahapan penelusuran dan desain membantu dalam penyajian alternatif yang pernah dinilai menurut ukuran kelayakan dan sebagainya. Tahapan selanjutnya adalah pemilihan yang memerlukan penerapan suatu prosedur penilaian dan pelaksannna alternatif yang sudah dipilih.

Perangkat lunak tidak bisa membuat pilihan karena pemilihan itu merupakan suatu kegiatan manusia. Namun demikian, perangkat linak dapat dipakai dalam menyususn alternatif dan sebaliknya menerapkan prosedur pemilihan keputusan sebagi dukungan pemilihannya sendiri. Misalnya, suatu keputusan untuk membeli suatu mesin dari berbagai alternatif pilihan dapat dibentuk oleh satu atau lebih kriteria sebagai berikut:

Tingkat penghasilan

Jumlah tahun untuk membayar kembali

Pengeluaran tunai minimal

Kesukaan pilihan pimpinan

Risiko yang minimal

Kriteria ini bisa diterapkan dengan penggunaan perangkat lunak keputusan. Pemilihan dibuat seorang pembuat keputusan dan dikomunikasikan pada mereka yang dapat melaksankan hasilnya. Model keputusan merupakan bagian model dasar untuk SIM nya.

Suatu pertimbangan penting dalam menilai alternatif adalah kepekaan memecahkan perubahan dalam asumsi dimana keputusan harus dibuat atau dalam kondisi yang diharapkan akan terjadi. Analisis kepekaan paling mudah dikerjakan kalau suatu model kuantitatif tersedia untuk manipulasinya.

Kesimpulan

Sebuah system informasi Manajemen, atau SIM adalah sebuah system informasi yang selain melakukan semua pengolahan transaksi yang perlu untuk sebuah organisassi, juga memberI dukungan informasi dan pengolahan untuk fungsi manajemen dan pengambilan keputusannnya. sistem informasi manajemen diharapkan mampu membantu setiap orang yang membutuhkan pengambilan keputusan dengan lebih tepat dan akurat.

Dukungan SIM pada pembuatan keputusan dalam suatu organisasi dapat diuraikan menurut tiga tahapan proses pembuatan keputusan: penelususran, desain dan pemilihan. Dukungan SIM biasanya melibatkan pengolahan, file computer maupun non computer.

Dukungan SIM untuk pembuatan keputusan terdiri dari suatu pangkalan data yang lengkap, suatu kemampuan pencarian kembali pangkalan data, perangkat lunak, statistic dan analitik, serta suatu dasar model yang berisi perangkat lunak pembuatan model, model keputusan, serta bantuan keputusan

Ada juga  sistem pendukung  yang tersedia dan mampu melengkapi system informasi manajemen yang ada. antaranya adalah:

  1. 1. Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan/Decision-Support Systems (DSS)
  2. 2. Sistem Kelompok Pendukung Pengambilan Keputusan/Group Decision-Support Systems (GDSS)
  3. 3. Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan Eksekutif/Executive-Support Systems (ESS)
  4. 4. Sistem Pakar/Expert System

Keempat sistem pendukung tersebut, dapat mendukung pengambilan keputusan dengan sejumlah cara.

Referensi:

  • B. Davis. Gordon, “ kerangka Dasar SISTEM INFORMASI MANAJEMEN bagian 1 PNGANTAR”, seri manajemen No. 90-A, PT Pustaka Binaman Pressindo, Jakarta, agustus 1991.
  • B. Davis Gordon, “kerangka dasar SISTEM INFORMASI MANAJEMEN bagian 11 srtuktur dan penegmbangannya”, seri manajemen No.90-B,PT Pustaka Binaan Pressindo, Jakarta,cetakan ketiga, 1988
  • http://32108057@student.ac.id
  • http://gunadarma.ac.id




Konsep Manajemen Keuangan

25 10 2010

Konsep Menejemen Keuangan

Menejemen keuangan adalah menejemen terhadap fungsi-fungsi keuangan. Sedangkan fungsi keuangan adalah kegiatan uatama yang harus dilakukan oleh mereka yang bertanggung jawab dalam bidang tertentu. Fungsi menejemen keuangan adalah menggunakan dana dan menempatkan dana.

Menejemen dalam bisnis perusahaan terdiri dari beberapa individu yang di kelompokkan menjadi tiga kelompok yaitu :

1. kelompk menejemen tingkat pelaksana ( operational menegement ), meliputi para suvervisor.

2. Kelompok menejemen menengah meliputi kepala department, manajer devisi, dan manager cabang.

3. Manajemen eksekutif atau disebut juga manajemen puncak eksekutif sebagai penanggung jawab dari fungsi-fungsi : pemasaran, pembelanjaan, produksi, pambiyaan, dan akutansi. Manajemen eksekutif secara prinsipil berkenaan dengan pembuatan keputusan jangka panjang, manajeman menengah berkaitan dengan keputusan jangka menengah, dan manajemen operasional berkaitan dengan keputusan jangka pendek.

Konsep manajeman dapat digambarkan dalam kalimat seperti “ membuat keputusan, memberi perintah, menetapkan kebijakan, menyeediakan pekerjaan dan system reward ( imbalan ) dan mempekerjakan oaring untuk melaksanakan kebijakan”. Manajemen menetapkan tujuan yang akan dicapai dengan mengintegrasikan pengetahuan dan keterampilan dengan kecakapan dan pengalaman personil. Usoaya berhasi, manajemen harus melaksanakan secara efektif fungsi-fungsi perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan. Perencanaan dan pengorganisasian fungsi utama manajemen manajemen eksekutif, sedangkan pengawasan merupakan fungsi operasioanal. Pelaksanaan ketiga fungsi uatama tadi perlu keterlibatan dari tiap tingkatan manajemen.

 

Manajemen memiliki tiga tahapan penting yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan dan tahap penelitian, ketiga tahap tadi apabila diterapkandalam manajemen keuangan adalah menjadi tahap perencanaan keuangan dan tahap pelaksanaan dan tahap penilaian.

 

Organisasi Pendidikan Sebagai Organisasi Sektor Publik

Organisasi sector publik merupakan sebuah entenitas ekonomi yang memiliki keunikan tersendiri dan memiliki sumber daya yang tidak kecil bahkan bias dikatakan besar. Organisasi tersebut melakukan transaksi ekonomi dan keuangan tetapi bukan mencari laba seperti halnya entenitas ekonomi yang lain ( perusahaan ) yang mencari laba.

Sementara tujuan organisasi nirlaba menurut Henke O. Emerson adalah untuk layanan social tanpa maksud mengambil keuntungan. Organisasi seperti ini tanpa kepemilikan saham yang dapat dijual atau diperdagangkan oleh perorangan adapun kelebihan pendapatan digunakan untuk meningkatkan kemampuan pelayanan dari organisasi. Sumber pembiayaan setidaknya dari pajak dan atau dari bantuan yang lainnya. Layanan organisasi didistribusikan atas dasar kebutuhan bukann atas dasar permintaan. Contoh dari organisasi nirlaba ini adalah lembaga pemerintah, perguruan tinggi, rumah sakit, lembaga kesehatan dan kesejahteraan lainnya, tempat ibadah, dan yayasan.

Kelompok organisasi nirlaba ini adalah organisasi nirlaba public dan organisasi nirlaba swasta.

Organisasi nirlaba public diciptakan oleh komunitas formal dengan tujuan memberika pelayanan masyrakat. Mereka memiliki sanksi hokum yang membolehkan mereka untuk menarik pajak bagi sumber organisasinya contohnya lembaga-lambaga di pemerintah pusat, provinsi, kabupaten atau kota. Organisasi ini dipimpin oleh wakil yang terpilih yang diharapkan dapat bertindak atas kepentingan dari warga dalam komunitas. Pemimpin tadi secara operesional memiliki akuntabilitaskepada pihak yang meilihnya. Akuntansi dan pelaporan sangat penting dalam lembaga seperti ini.

Organisasi nirlaba swasta diciptakan oleh kelompok orang yang memiliki perhatian pada jenis layanan tertentu, seperti pendidikan dan kesehatan didalam masyarakat yang diselenggarakan atas dasar nirlaba. Lembaga ini pada umumnya diberi ijin oleh pemerintah tetapi tidak memiliki kewenangan menarik pajak sebagai sumber lembaganya. Sedangkan sumber lembaga berasal dari bantuan sukarela untuk sebagian atau seluruh sumber lembaganya.

 

Ciri-ciri organisasi sector public sebagai berikut:

1. Dijalankan tidak untuk mencari keuntungan financial

2. dimiliki secara kolektif oleeh public

3. kepemilikan atas sumber daya tidak digambarkan dalam bentuk saham yang dapat diperjual belikan

4. Keputusan-keputusan yang terikat kebijakan maupun operasional didasarkan pada konsesus.

 

Penganggaran ( Budgeting ) / Tahap perencanaan

 

Penganggaran merupakan proses kegiatan atua proses penyusunan anggaran ( budget ). Budget ini merupakan rencana oprasional yang dinyatakan secara kuantitatif dalam bentuk satuan uang yang digunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan kegiatan lembaga dalam kurun waktu tertentu ( nanang Fattah, 2000 ). Budget may be defined as the financial plan for the future, usually for one year but posbli a longer odshorter period of time, ( Thomas H.Jones, 1985:22 ). Sementara kalau anggaran sektor publik adalah sebuah proses yang dilakukan oleh organisasi sektor publik untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya kedalam kebutuhan – kebutuhan yang tidak terbatas, ( Freeman dalam Deddi Nordiawan, 2006:48 ).

Dari pengertian tersebut mengungkapkan peran anggaran dalam pengolahan kekayaan sebuah organisasi publik. Organisasi sektor publik tentu berkeinginan memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat tetapi sering terkendala oleh keterbatasan sumber daya yang dimiliki, maka anggaran memiliki fungsi dan peran penting.

Anggaran juga dapat dikatakan sebagai pernyataan mengenai estimasi kinerja yang hendak dicapai selama periode tertentu dalam ukuran finalsial. Penganggaran sektor publik berbeda dengan perusahaan swasta. Karena penggangaran sektor publik lebih banyak muatan politis sedangkan perusahaan swasta relatif lebih kecil politisnya. Selain itu bagi sektob publik anggaran tidak hanya sebagai sebuah rencana tahunan tetapi juga merupakan bentuk akuntabilitas atas pengelolaan dana publik yang dibedakan kepadanya.

Karateristik anggaran

 

Anggaran memiliki dua sisi, yaitu sisi penerimaan dan pengeluaran. Sisi pengeluaran menggambarkan prolehan atau besarnya dana yang diterima oleh lembaga dari setiap sumber dana, misalnya dari pemerintah, masyarakat, orang tua peserta didik dan sumber-sumber lainnya. Sedangkan sisi pengeluaran menggambarkan besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk tiap komponen program. Istilah-istilah yang lazim untuk pengeluaran anggaran adalah dana rutin dan dana pembangun ( recurrent expendituredan capital expenditure ).

 

Fungsi anggaran

Anggaran disamping sebagai alat untuk perencanaan dan pengendalian manajemen, juga merupakan alat bantu bagi manajemen dalam mengarah kan suatu

organisasi dalam posisi yang kuat atau lemah, ( Nanang Fatth, 2000: 49 ). Sementara beberapa fungsi anggaran dalam manajemen organisasi sektor publik menurut Deddy Nordiawan ( 2006 : 48-49 ) adalah sebagai berikut :

1. Anggara sebagai alat perencanaan

Dengan fungsi ini organisasi tahu apa yang harus dilakukan dan kearah mana kebijakan dibuat.

2. Anggaran sebagai alat pengendalian

Dengan adanya anggaran organisasi sektor publik dapat menghindari adanya pengeluaran yang terlalu besar ( overspending ) atau adanya pengeluaran dana yang tidak semestinya ( misspending ).

 

 

3. Anggaran sebagai alat kebijakan

Dengan adanya anggaran organisasi sektor publik dapat menentukan arah atas kebijakan tertentu.

4. Anggaran sebagai alat politik

Dengan adanya anggaran dapat dilihat komitmen pengelola dalam melaksanakan program-program yang telah dijanjikan.

5. Anggaran sebagai alat koordinasi dan komunikasi

Dengan dokumen anggaran yang komprehensif sebuah bagian atau unit kerja atau departemen dapat diketahui apa yang harus dilakukan dan apa yang akan dilukukan oleh masing-masing bagian atau unit kerja lainnya.

6. Anggaran sebagai alat penilaian kerja

Anggaran adalah suatu ukuran yang bisa menjadi patokan apakah suatu bagian / unit kerja telah memenuhi target baik berupa terlaksananya aktivitas maupun terpenuhinya efesiensi biaya

7. Anggaran sebagai alat motifasi

Anggaran dapat digunakan sebagai alat komunikasi dengan menjadikan nilai-nilai nominal yang tercantum sebagai target pencapaian. Denga catatan anggaran akan menjadi alat motivasi yang baik jika memenuhi sifat menangtang tetapi masih bisa dicapai. Maksudnya adalah suatu itu hendaknya jangan terlalu tinggi sehingga tidak dapat dipenuhi juga jangan terlalu rendah sehingga mudah dicapai.

 

Prensip – prinsip dan prosedur anggaran

Prinsip-prinsip penyusun anggaran apabila dikaitkan denga anggaran sebagai alat perencanan dan pengendalian menurut Nanang Fattah ( 200: 49 ) adalah sebagai berikut :

 Adanya pembagian wewenang dan tanggung jawab yang jelas dalam sistem manajemen organisasi.

 Adanya sistem akutansi yang memadai dalam melaksanakan anggaran.

 Adanya penelitian dan analisis untuk menilai kinerja organisasi.

 Adanya dukungan dari pelaksana dari tingkat atas hingga yang paling bawah.

Sedangkan apabila prinsip-prinsip anggaran dikaitkan dengan peran dan fungsi anggaran sebagai pedoman bagi organisasi publik dan pemerintah adalah seperti dikemukakan oleh Deddy Nordiawan ( 2006 : 49-50 ), yaitu :

 Otorisasi oleh legislatif.

 Komperhenif/menyeluruh.

 Keutuhan artinya semua penerimaan dan pengeluaran tersebut tercangkup dalam suatu dana umum.

 Nondiscretionary apropriasi, jumlah yang tersetuju legislatif harus termanfaatkan secara ekonomis.

 Periodik.

 Akuarat.

 Jelas.

 Trasparansi.

Sedangkan prosedur penyusunan anggaran adalah sebagai berikut :

 Mengidentifikasi kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan selama periode anggaran.

 Mengidentifikasi sumber-sumber yang dinyatakan dalam uang, jasa dan barang.

 Semua sumber dinyatakan dalam bentuk uang sebab anggaran pada dasarnya merupakan pernyataan finansial.

 Menformulasikan anggaran dalam bentuk format yang telah disetujui dan dipergunakan oleh instansi tertentu.

 

 Menyusun usulan anggaran untuk memperoleh persetujuan dan pihak yang berwenang.

 Melakukan revisi usulan anggaran.

 Persetujuan revisi usulan anggaran.

 Pengesahan anggaran.

 

Dibawah ini contoh prosedur penyusunan anggaran :

 

Prosedur Penyusun Anggaran

Bentuk-Bentuk Anggaran

1. Anggaran Butir-Per-Butir (line item budget)

Anggaran butir per butir merupakan bentuk anggaran yang konvensional, namun paling simpel dan banyak digunakan. Dalam bentuk ini, setiap pengeluaran dikelompokksn berdasarkan kategori-kategori atau jenis butir, misalnya gaji, upah, honor menjadi satu kategori atau satu nomor atau bitir sedangkan perlengkapan, sarana, material dalam butir tersendiri.

Kelebihan :

Lebih simpel dan mudah dalam pengawasan pengeluaran biaya.

Kelemahan :

- Tidak membantu dalam pengambilan keputusan seperti mengevaluasi harga dalam hubungannya dengan pencapaian suatu program.

- Tidak akan dapat menunjukkan hubungan antara masukan program dan keluaran.

- Tidak biisa menganalisis untung rugi

- Lebih mengarah pada pembukuan dan tidak terhadap tujuan suatu program.

2. Anggaran Butir Program (Program Budget System)

Bentuk anggaran dirancang untuk mengidentifikasibiaya setiap program. Anggaran program dihitung berdasarkan jenis program. Sebagai bahan perbandingan kalau dalan anggaran butir per butir disebut gaji guru, sedangkan dalam progran disebut gaji untuk perencanaan pengajaran IPA sebagai salah satu komponen, dan komponen lain yang termasuk program percobaan mencakup alat-alay IPA, bahan-bahan kimia, IPA dan sebagainya menjadi satu paket namanya gaji guru program IPA. Adapun keuntungan bentuk anggaran program antara lain:

- Mengoganisasikan sejumlah besar pengeluaran menjadi rencana yang logis dan konkrit.

- Merangsang perencanaan tahunan dan reevaluasi periodik dari pelaksanaan rencana.

- Menghindari sentralisasi berlebihan, dimana keputusan menumpuk ditingkat atas.

3. Anggaran Berdasarkan Kinerja

Bentuk ini sesuai namanya menekankan pada kinerja dan bukan keterperincian dari suatu alokasi anggaran. Pekerjaan dalam suatu program di pecah dalam bentuk beban kerja dan unit hasil yang dapat diukur. Hasil pengukurannya dipergunakan untuk menghitung masukan dana dan tenaga yang dapat dipergunakan untuk mencapai tujuan suatu program. Anggaran berdasarkan hasil ini merupakan alat menajemen yang dapat mengidentifikasi secara jelas satuan dari hasil suatu program dan sekaligus merinci butir perbutir dari kegiatan yang harus dibayar.

4. PPBS/SP4 ( Planning Programing Budgeting System/Sistem Perencanaan Penyusunanan Program dan Penganggaran )

Bentuk ini dipopulerkan oleh Robert McNamara tahun 1960 di AS. PPBS/SP4 merupakan kerangka kerja dalam perencanaan dengan mengorganisasian informasi dan menganalisisnya secara sistematis. Dalam PPBS tiap-tiap tujuan suatu program dinyatakan dengan jelas, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Dalam proses PPBS/SP4 data tentang biaya, keuntungan kelayakan suatu program disajikan sercara lengkap sehingga pengambilan keputusan dapat menentukan keuntungan, kelayakan suatu program yang disajikan secara lengkap sehingga mengambil keputusan dapat menentukan pilihan program yang dianggap paling menguntungkan.

A. Ciri dari SP4/PPBS

- Perencanaan menggunakan pendekatan system

- Orientasi perencanaan pada pengeluaran

- Penganggaran didasarkan pada program yang telah ditetapkan

- Keseimbangan antara otonomi dan pengarahan harus diperhatikan pada prinsip perencanaan atas bawah (bottom-up) dan atas bawah (top-down).

- Perencanaan merupakan kegiatan yang bersinambungan dan bergulir (rolling plan)

B. Tiga Unsur PPBS / SP4 yang saling menunjang

- Siklus operasi yang mengatur seluruh urutan jadwal kegiatan yang disesuaikan dengan siklus DUP dan DIP.

- Struktur program yaitu gambaran hierarki yang disusun dengan bertitik tolak dari permasalahan pokok yang dihadapi pada tahun mendatang.

- System informasi yang meliputi, dokumen pengarahan, perencanaan, memo program koordinatif, konsep program operasional, usulan program, memo keuangan, daftar susunan proyek ( DUP ) dan daftar isian proyek (DIP) serta petunjuk operasional.

C. Kelebihan Bentuk SP4/PPBS

- Teksonomik artinya penggolongan tujuan berdasarkan tujuan.

- Analitik artinya ada perbandingan keuntungan dan kerugian alternative.

- Proyekttif yaitu memberi arah perencanaan jangka panjang.

- Konsentrik yaitu member perhatian pada pencapaian tujuan akhir.

- Evaluative yaitu member kemudahan menilai keberhasilan program dan efektifitas penggunaan sumber-sumber.

D. Kelemahannya yaitu:

- Kekelirruan mengkibatkan pemborosan sumber-sumber

- Seringkali mengakibatkan tujuan kualitatif yang sukar diukur.

- Kekurangan data atau informasi dapat mengakibatkan kesalahan prioritas, alokasi biaya dan penyelesaian suatu program.

 

5. Anggaran Berbasis Nol

Bentuk pembuatan anggaran ini adalah bahwa setiap aktivitas atau program yang tlah diadakan ditahun-tahun sebelumnya tidak secara otomatis dapat dilanjutkan. Setiap aktivitas haris dievaluasi setiap tahun untuk menentukan apakah aktivitas itu dilakukan tahun ini dengan melihat kontribusi yang dibrikan kepada tujuan organisasi.

Proses anggaran berbasis nol adalah sebagai berikut:

- Membagi semua operasi dari organisasi ke dalam unit-unit keputusan. Unit-unit keputusan ini adalah program, aktivitas, atau unit organisasi yang di tingkat rendah.

- Dasar untuk pembagian adalah aktivitas secara spesifik, jasa spesifik, yang diberikan, sub unit organisasi atau aktivitas alternative yang ddilakukan untuk mencapai tujuan dari program.

 

- Memilih cara terbaik untuk menyediakan jasa berdasarka analisis biaya-manfaat atau analisis lain (pertimbangan politis).

- Menentukan pilihan atas beberapa unit organisasi sehingga didapat keputusan-keputusan tentang berapa banyak jasa yang akan disediakan (sama dengan yang tahun lalu, ditanbah atau dikurangi).

2.4 Akuntansi (Accounting)

Akunting adalah bahasa yang digunakan untuk menggambarkan hasil kegiiatan ekonomi. Kegiatan tersebut melibatkan konversi(perubahan) sumber daya yang ada menjadi barang atau jasayang bias dipakai. Oleh karena itu, akunting mengukur dan menyikapi hasil dari kegiatan konversi suber daya tadi. Teknik manajemen yang digunakan adalah MBO(management by objectif). Kegiatan yang dimaksud adalah kegiatan financial atau keuangan dalam organisasi laba dan nirlaba.

Selaian yang ada diatas bahawa akutansi adalah merupakan proses pencatatan, pengelompokan kejadian ekonomi dalam bentuk yang teratur dan logis dengan tujuan menyajikan informasi keuangan yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan. Fungsi akutansi bagi badan usaha dan masyarakat adalah menyajikan informasi kuantitatif tertentu yang dapat digunakan oleh pemimpin entitas ekonomi maupun pihak lain untuk mengambil kepetusan. Agar penyajian informasi tepat, maka seorang akuntan harus mememiliki baik pengetahuan mengenal prinsip-prinsip dan tauran-aturan dalam penyusunan informasi akutansi. Disamping itu, seorang akuntan harus mengembangkan sistem yang dapat menjamin bahawa semua peritiwa ekonomi yang terjadi dalam organisasi dapat tercatat dengan mencukupi pada saat yang tepat dan biaya yang pantas.

Kegiatan akutansi memerlukan sistem akutansi yang benar. Dalam sistem akutansi terdiri dari catatan-catatan akutansi(buku cek, jurnal dan buku besar) serta serangkaian proses dan prosedur yang ditetapkan untuk staf, sukarelawan dan para profesional. Tujuan sistem akutansi ini adalah memastikan sistem keuangan dan transaksi ekonami diimputka secara secara tepat kedalam catatan akutansi, serte laporan-laporan yang perlu disajikan secara akurat dan tepat waktu.

Bagan Perkiraan

Bagan Perkiraan adalah daftar masing-masing item, dimana pencatatannya dibagi kedalam lima kategori yaitu:

 

- Aktiva

- Hutang

- Avtiva bersih

- Pendapatan

- Belanja

Masing-masing pencatatan ditentukan dengan mengidentifikasi angka yang diinputkan kedalam sistem akutansi.

Buku Besar

Buku besar mengklasifikasi informasi pencatatan dimana bagan perkiraan atau akun bertindak sebagai daftar isi buku besar. Dalam sistem manual, ringkasan total dari seluruh jurnal dimasukkan kedalam buku besar setiap bulannya dimana hal ini dilakukan selama satu tahun dan dilaporkan pada tanggal neraca. Dalam sistem terkomputerisasi, data secara khusus dimasukkan kesistem sekali saja. Saat entri data telah disetujui oleh pemakai, perangkat lunak memasukkan informasi itu keseluruh laporan, dimana angka yang akan dicatatat akan muncul.

Jurnal

Jurnal digunakan untuk memcatat semua transaksi akutansi, sebelum diklasifikasi kebuku besar. Jurnal mengatur informasi secara kronologis dansesuai dengan jenis transaksi. Contoh :

 

- Jurnal untuk mencatat transaksi pengeluaran kas adalah suatu pencatatan secara kronologis atau cek yang ditulis, yang dikategorikan menurut bagan perkiraan atau akun.

- Jurnal untuk mencatat transaksi penerimaan kas adalah pencatatan secara kronologis atas seluruh setoran yang dibuat yang dikategorikan menurut bagan perkiraan atau akun.

- Jurnal untuk mencatat transaksi gaji, yaitu jurnal yang mencatat seluruh transaksi yang terikat penggajian.

- Jurna untuk mencatat transaksi pengeluaran kas dan piutang merupakan bagian akun pertambahan biaya dan pendapatan. Jurnal ini bermanfaat untuk mengelompokkan tansaksi penambahan biaya dan pendapatan yang terlalu banyak melalui jurnal.

 

Buku Cek

Buku cek menyajikan kombinasi jurnal dan buku besar. Sebagian besar transaksi keuangan akan dicatat melalui buku cek, dimana tanda penerimaan yang disetor ke dan dari pembayaran yang dibuat.

Tabel Siklus Akutansi

Tahap

Pencatatan – Kegiatan pengidentifikasian dan pengukuran dalam bebtuk bukti transaksi dan bukti pencatatan.

- Kegiatan pencatatan bukti transaksi kedalam buku harian atau juranal

- Memindahbukukan(posting) dari jurnal berdasarkan kelompok atau jenisnya kedalam akun buku besar.

 

Tahap

Pengiktisaran

- Penyusunan neraca saldo (trial balance) berdasarkan akun buku besar.

- Pembuatan ayat jurnal penyesuaian

- Penyusunan kertas kerja (work sheet)

- Pembuatan ayat jurnal penutup

- Pembuatan neraca saldo setelah penutupan

- Pembuatan ayat jurnal pembali

Tahap

Pelaporan – Neraca

- Lapora surplus devisit/laporan aktiva

- Laporan arus kas

- Lapoan perubahan aktiva bersih

- Catatan atas laporan keuangan

 

Auditing

Auditing adalah proses pengumpulan dan pengevaluasian bahan bukti tentang informasi yang dapat diukur mengenai suatu entitas ekonomi yang dilakukan seorang yang kompeten dan independen untuk dapat menentukan dan melaporkan kesesuaian informasi dimaksud dengan kreteria-kreteria yang telah ditetapkan.

 

Jenis-jenis Audit :

Audit Laporan Keuangan

 

Audit laporan keuangan bertujuan menentukan apakah laporan keuangan secara keseluruhan yang merupakan informasi terukur yang akan diverifikasi,telah disajikan sesuai dengan kriteria-kriteria tertentu.

Umumnya kriteria itu adalah prinsip akutansi yang berlaku umum.Seringkali juga dilakukan audit keuangan yang disusun berdasarkan pada basis kas akutansi lainnya yang sesuai dengan kebutuhan organisasi .yang bersangkutan.

 

Asumsi dasar dari suatu audit laporan keuangan adalah bahwa laporan tersebut akan lebih efisien memperkerjakan satu auditor untuk melaksanakan audit dan membuat kesimpulan yang dapat diandalkan oleh semua pihak daripada membiarkan masing-masing pihak melakukan ausit sendiri-sendiri.

 

Audit Operasional

 

Audit operasional merupakan penelaahan atas bagian manapun dari prosedur dan metode operasi suatu organisasi untuk menilai efisiensi dan efektitasnya.Umumnya, pada saat selesainya audit operasional,auditor akan memberikan sejumlah saran kepada manajemem untuk memperbaiki jalannya operasi lembaga.Dalam audit operasional, tinjauan yang dilakukan tidak terbatas pada masalah-masalah akuntansi,tetapi juga meliputi evaluasi terhadap struktur organisasi,pemanfaatan komputer,metode produksi,pemasaran dan bidang-bidang lain sesuai dengan keahlian auditor

Peklaksaan audit operasional dan hasil yang dilaporkan lebih sulit untuk didefinisikan daripada jenis audit lainya.Efisiensi dan efektivitas operasi suatu organisasi jauh lebih sulit pengevaluasiannya secara objektif di bandingkan penerapan dan penyajian laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.Kriteria yang digunakan untuk evaluasi informasi terukur dalam audit operasional cenderung subyektif.Pada praktiknya, auditor operasional cenderung memberikan saran perbaikan prestasi kerja dibandingkan melaporkan keberhasilan prestasi kerja yang sekarang.Dalam hal ini audit operasional lebih merupakan konsultasi manajemen daripada audit.

 

Audit Ketaatan

 

Audit ketaatan bertujuan mempertimbangkan apakah auditi(klien) telah mengikuti prosedur atau aturan tertentu yang telah ditetapkan pihak yang memiliki otoritas lebih tinggi.Suatu audit ketaatan pada lembaga(perusahaan) swasta,dapat termasuk penentuan apakah para pelaksana akuntasi telah mengikuti prosedur yang telah ditetepkan oleh lembaga.Contoh peninjauan tingkat upah,pemeriksaan perjanjian dengan pihak lain (seperti bank/kreditor), dan memenuhi ketentuan hokum yang berlaku.

 

Dalam audit atas badan-badan pemerintahan makin banyak audit ketaatan yang dilakukan oleh karena banyaknya aturan yang dibuat oleh pihak yang berwenang.Di hampir semua organisasi swasta dan nirlaba,selalu terdapat kebijakan khusus,perjanjian, dan kewajiban hukumyang membutuhkan suatu audit ketaatan.

 

Hasil audit ketaatan biasanya tidak dilaporkankepada pihak luar,tetapi pada pihak tertentu dalam organisasi.

Pimpinan organisasi adalah pihak yang paling berkepentingan atas dipatuhinya prosedur dan aturan yang telah ditetapkan.Oleh sebab itu mereka sering memperkerjakan auditor untuk melakukan tugas itu.

 

 

Selain jenis audit diatas, menurut (Thomas H.Jones, 1985:23) terdapat jenis audit yang dapat dikembangkan oleh auditor, yaitu audit yang dilakukan di dalam kantor atau audit di atas meja (desk audit) dengan melihat laporan-laporan yang masuk dan audit yang di lakukan dengan mendatangi objek di lapangan (field audit) untuk memverifikasi data dan laporan yang masuk dan dibuktikan di lapangan.Audit program dan audit keuangan seperti telah dibahas sebelumnya.

 

Kegiatan lain yang terkait dengan manajemen keuangan adalah membuat laporan pertanggung jawaban keuangan kepada kalangan internal lembaga atau eksternal yang menjadi stakeholder lembaga pendidikan.Pelaporan dapat dilakukan secara periodik seperti laporan tahunan dan laporan pada masa akhir jabatan pimpinan.

 

Implementasi Lapangan

 

Penganggaran

 

Manajemen keuangan pendidikanyang akan dijadikan contoh kajian disini adalah manajemen keuangan tingkat mikro,satuan pendidikan atau lembaga penyelenggara pendidikan sekolah.Setiap sekolah seyogyanya memiliki rencana strategis untuk periode waktu tertentu yang didalamnya mencakup visi,misi dan program, serta sasaran tahunan.Oleh karena itu pembiayaan pendidikan yang terintegrasi dan komprehensif dengan rentra di sekolah dan diarahkan untuk ketercapaian tujuan lembaga sebagaimana sudah didokumentasikan.

 

Pada lazimnya sumber pembiayaan untuk sekolah setiap sekolah mengenal dua macam pembiayaan, yaitu: pembiayaan rutin dan pembiayan pembangunan.Untuk memperoleh biaya rutin,pimpinan jugan harus memotivasi komite sekolah,sekolahnya dan masyarakat setempat dalm rangka pengumpulan dan untuk menunjang pelaksanan pendidikan yang ditawarkan.Semua dana yang diperoleh harus dikelola secara efektif untuk menjamin agar siswa memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya.

 

 

Tujuan utama manajemen keuangan sekolah adalah:

• Menjamin agar dana yang tersedia dipergunakan untuk kegiatan harian. sekol.ah dan menggunakan kelebihan dana untuk diinvestasikan kembali

• Memelihara barang-barang (aset) sekolah, dan

• Menjaga agar peraturan-peraturan serta praktik penerimaan,pencatatan dan pengeluaran uang diketahui dan dilaksanakan.

 

Karangka kerja manajemmen di sekolah mencakup pengertian sebagai berikut:

• Pembukuan yang cermat dan akurat.

• Pertanggung jawaban yang luwes.

• Pertukaran pengeluaran.

• Kemudahan membelanjakan uang bagi kepala sekolah.Bila tidak akan menghambat kebebasan sekolah dalam bertransaksi apa yang dibutuhkannya.

• Kebijakan keuangan dan,

• Alokasi dana yang tepat

 

Kebijakan keuangan sekolah terkait dengan pegangan dan bantuan bagi para adminisrator dan manajer dalam mengontrol dan mengatur:

• Penerimaan uang

• Pembukuan uang

• Pengambilan uang,dan

• Pembelanjaan uang.

 

Alokasi dana yang tepat; kepala sekolah harus menguasai betul apa yang dimiliki dan dibutuhkan oleh tiap bagian.Agar dapat mengalokasikan dana dengan tepat,perlu mengikut-sertakan staf dan para pembantu kepala sekolah dalam proses penentuan alokasi dana.

 

Selain enam pengertian tadi, perimaan dana sekolah perlu mendapat perhatian pimpinan sekolah.Hal ini berkaitan dengan buku catatan penerimaan dan sekolah,kepala sekolah perlu memahami tenteng:

• -Tujuan diadakannya buku Catatan Penerimaan Dana Sekolah

• -Informasi yang harus tercantum dalam setiap penerimaan, dan

• -Memberdayakan uang tunai.

 

Selain itu kepala sekolah perlu memahami praktik-praktik pemanfaatan jasa perbankan dan jenis-jenis rekeningnya.Dia juga perlu memahami cara untukpengamanan dan selama bertransaksi dengan baik, dan penarikan dana dan mencegah pemalsuan.

Akuntasi (pembukuan)

 

Kepala sekolah hendaknya benar-benar memahami dan dapat menjelaskan fungsi tujuan manfaat pembukuan kepada staf keuangan.

 

Buku Pos (Vate book)

 

Buku pos pada hakikatnya membuat informasi beberapa dana yang masih tersisa untuk tiap pos anggaran.Buku pos mencatat peristiwa-peristiwa pembelanjaan uang harian.Dari buku pos kepala sekolah dengan mudah dapat melihat apakah sekolah telah berlebih membelanjakan uang.K arenaitu,dianjurkan agar kepala sekolah menyelenggarakan buku tersebut

 

Pos : Pemeliharaan laboratorium IPA

Anggaran : 8.250.000

Tangal Pembelian Jumlah Sisa ( Rp )

08-08-2007 Mikroskop 3.000.000 5.250.000

02-09-2007 Alat pengukur suhu 60.000 5.190.000

11-10-2007 Bahan-bahan kimia 700.000 4.490000

22-10-2007 Gelas ukur 550.000 3.940.000

22

2.6.4 faktur

 

fatur dapat berupa buku atau lembaran lepas yang dapat diarsipkan. Seperti pada contoh berikut, faktur berisi rincian tentang : (a) maksud pembelian; (b) tanggal pembelian; (c) jenis pembelian; (d) rincian barang yang dibeli; (e) jumlah pembayaran; (f) tanda tangan pembeli kuasa; (kepala sekolah).

hal-hal penting yang perlu diperhatikan, antara lain :

1. faktur ditulis dan ditanda tangani sebelum uang dibayarkan.

2. Harus ada nomor untuk diagendakan.

3. Kutansi pembelian harus dilampirkan.

4. Faktur untuk mempertanggungjawabkan penggunaan uang umum.

Tangal Jenis barang Uraian Jumlah

02-05-2010 Alat bermain dan alat peraga Pembelian 3 buah bola sepak sesuai kuitansi terlampir RP. 1.600.000

 

Pembayaran dengan cheque

……………………….Tunai………………………………………………….

Jumlah Dalam

Hurup……………………………………………………………………

Jumlah tersebut diketahui dan disahkan oleh :

Tanggal……………………………………………..tanda tangan……………………………………………………………………………………….

 

KEPALA SEKOLAH

Dibayar oleh :

Tanggal………………………………………………………………………………….

Tertanda…………………………………………………………………………………..

 

Tanda tangan juru bayar

…………………………..

……………………………….

…………………………….tanggal

 

Buku kas

Buku kas mencatat tentang rincian penerimaan dan pengeluaran uang serta saldo secara harian dan pada hari yang sama, misalnya pejmbelian kapur tulis. Dengan demikian kepala sekolah akakn segera tahu tentang keluar masuknya uang pada hari yang sama. Termasuk yang harus dicatat pada buku kas dalah chequeyang diterima dan dikeluarkan pada hari itu

Lembar cek

Lembare merupakan alat bukti bahwa pembayaran yang dikeluarkan adalah sah. Lembar dikeluarkan jika menyangkut tagihan atas pelaksanaan suatu transaksi, misalnya barang yang dipesan sudah dikirim dan catatan transaksinya benar. Orang yang berhak menandatangani lembar cek adalah kepala sekolah atau petugas keuangan.

Jurnal

Sebagai pengawas keuanan kepala sekolah harus membuka buku jurnal dimana seluruh transaksi keuanagn setiap hari dicatat.

Buku besar

 

Ada data keuangan berarti, informasi dan jurnal hendaknya dipindahkan ke buku besar atau buku kas induk pada akhir bulan. Buku besar mencatat kapan terjadinya transaksi pembelian, keluar masuknya uang saat itu, dan neraca saldonya.

 

Tangal No faktur Alat tulis Pengeluaran

06-06-2007 182/7 spidol 125.000

23-06-2007 182/7 Kertas HVS 174.000

28-06-2007 183/20 ………………………….. 215.000

 

Buku kas uang sekolah

Buku kas pembayaran berisi catatan tentang pembayaran uang sekolah siswa menurut tanggal pembayaran, jumlah dan sisa tunggakan atau kelebihan pembayaran sebelumnya. Pencatatan untuk tiap pembayaran harus segera dilakukam untuk menghindari timbulnya masalah karena kuitansi hilang, lupa menyimpan atau karena pekerjaan yang menjadi tertumpuk.

 

Buku kas piutang

 

Buku berisi daftar / catatan orang yang berhutang kepda sekolah menurut jumlah uang yang berutang, tanggal pelunasan dan sisa utang yang yang belum dilunasi. Informasi dalam buku ini harus selalu dalam keadaan mutakhir untuk melihat jumlah uang milik sekolah yang belum kembali.

 

Neraca percobaan

Tujuan utama diadakannya neraca percobaan ialah untuk mengetahui secara tepet keadaan neraca pertanggung jawaban keuangan secara cepat, misalnya mingguan atau dua mingguan. Hal ini memungkinkan kepala sekolah sewktu-waktu (selama tahun anggaran ) menentukan hal yang harus didahulukan dan menangguhkan pengeluaran yang terlalu cepat dari pos tertentu

Simpulan

Pendidikan dianggap sebagai sektor yang strategis dan memiliki peran penting dalam menghasilkan sumber daya manusia dalam suatu bangsa. Kemampuan dan kesungguhan pemerintah untuk membiayai pendidikan sesuai dengan amanat UUD 1945 dan UU NO 2 tahun 2003 tentang sisdiknas mengingat secara legalitas formal, oleh karena dengan menyediakan anggaran yang sesuai dengan amanat merupakan suatu keniscayaan. Biaya atau uang yang disediakan pemerintah untuk pendidikan harus dimanfaatkan oleh lembaga penyelenggara pendidikan baik dipusat maupun di daerah.

Pendidikan sebagai sector publik yang beriorientasi pada pelayanan public dipandang sebagai sector publikyang berorientasi pada nirlaba ( non profit ) berbeda dengan sector publik lain seperti perusahaan yang berorientasi keuangan, lab ( profit ). Tujuan manajemen keuangan pda intinya untuk menjamin agar dana yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efektip dan efisien, memelihara barang-barang (aset)

Lembaga pendidikan, dan menjaga agar pengelolaan keuangan tersebut dengan peratuan yang berlaku.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Arens, Loebecke. 1991. Auditing, Pendekatan Terpadu . Prentice Hall. Jakarta : Salemba Empat.

Bastian Indra. 2007. Akuntansi Yayasan dan Lembaga Publik . PSASP. Jakarta : Erlangga.

Fausi Imron. 2008. Manajemen Keuangan dalam Lembaga Pendidikan dan Negara. Aviable from : http://imronfausi.wordpress.com/2008/06/15.manajemen-keuangan-dalam-lembaga-pendidikan-dan-negara/

Tim Dosen Administrasi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia. 2009. Manajemen Pendidikan. Bandung : Alfabeta.





Organisasi nirlaba

25 10 2010

Pengertian Organisasi Nirlaba

Organisasi nirlaba atau organisasi non profit adalah suatu organisasi yang bersasaran pokok untuk mendukung suatu isu atau perihal di dalam menarik publik untuk suatu tujuan yang tidak komersial, tanpa ada perhatian terhadap hal-hal yang bersifat mencari laba (moneter). organisasi nirlaba meliputi keagamaan, sekolah negeri, derma publik, rumah sakit dan klinik publik, organisasi politis, bantuan masyarakat dalam hal perundang-undangan, organisasi sukarelawan, serikat buruh.

Menurut PSAK No.45 bahwa organisasi nirlaba memperoleh sumber daya dari sumbangan para anggota dan para penyumbang lain yang tidak mengharapkan imbalan apapun dari organisasi tersebut. (IAI, 2004: 45.1)

Lembaga atau organisasi nirlaba merupakan suatu lembaga atau kumpulan dari beberapa individu yang memiliki tujuan tertentu dan bekerja sama untuk mencapai tujuan tadi, dalam pelaksanaannya kegiatan yang mereka lakukan tidak berorientasi pada pemupukan laba atau kekayaan semata (Pahala Nainggolan, 2005 : 01). Lembaga nirlaba atau organisasi non profit merupakan salah satu komponen dalam masyarakat yang perannya terasa menjadi penting sejak era reformasi, tanpa disadari dalam kehidupan sehari-hari kini semakin banyak keterlibatan lembaga nirlaba.

Berdasarkan pengertian di atas penulis dapat menyimpulkan bahwa organisasi nirlaba adalah salah satu lembaga yang tidak mengutamakan laba dalam menjalankan usaha atau kegiatannya. Dalam organisasi nirlaba pada umumnya sumber daya atau dana yang digunakan dalam menjalankan segala kegiatan yang dilakukan berasal dari donatur atau sumbangan dari orang-orang yang ingin membantu sesamanya. Tujuan organisasi nirlaba yaitu untuk membantu masyarakat luas yang tidak mampu khususnya dalam hal ekonomi.

Organisasi nirlaba pada prinsipnya adalah alat untuk mencapai tujuan (aktualisasi filosofi) dari sekelompok orang yang memilikinya. Karena itu bukan tidak mungkin diantara lembaga yang satu dengan yang lain memiliki filosofi (pandangan hidup) yang berbeda, maka operasionalisasi dari filosofi tersebut kemungkinan juga akan berbeda. Karena filosofi yang dimiliki organisasi nirlaba sangat tergantung dari sejarah yang pernah dilaluinya dan lingkungan poleksosbud (politik, ekonomi, sosial dan budaya) tempat organisasi nirlaba itu ada.

DEFINISI ORGANISASI NIRLABA
Organisasi nirlaba atau organisasi non profit adalah suatu organisasi yang bersasaran pokok untuk mendukung suatu isu atau perihal didalam menarik perhatian publik untuk suatu tujuan yang tidak komersil, tanpa ada perhatian terhadap hal-hal yang bersifat mencari laba (moneter). Organisasi nirlaba meliputi gereja, sekolah negeri, derma publik, rumah sakit dan klinik publik, organisasi politis, bantuan masyarakat dalam hal perundang-undangan, organisasi jasa sukarelawan, serikat buruh, asosiasi profesional, institut riset, museum, dan beberapa para petugas pemerintah.

Perbedaan organisasi nirlaba dengan organisasi laba

Banyak hal yang membedakan antara organisasi nirlaba dengan organisasi lainnya (laba). Dalam hal kepemilikan, tidak jelas siapa sesungguhnya ’pemilik’ organisasi nirlaba, apakah anggota, klien, atau donatur. Pada organisasi laba, pemilik jelas memperoleh untung dari hasil usaha organisasinya. Dalam hal donatur, organisasi nirlaba membutuhkannya sebagai sumber pendanaan. Berbeda dengan organisasi laba yang telah memiliki sumber pendanaan yang jelas, yakni dari keuntungan usahanya. Dalam hal penyebaran tanggung jawab, pada organisasi laba telah jelas siapa yang menjadi Dewan Komisaris, yang kemudian memilih seorang Direktur Pelaksana. Sedangkan pada organisasi nirlaba, hal ini tidak mudah dilakukan. Anggota Dewan Komisaris bukanlah ’pemilik’ organisasi.

CIRI-CIRI ORGANISASI NIRLABA

1. Sumber daya entitas berasal dari para penyumbang yang tidak mengharapakan pembayaran kembali atas manfaat ekonomi yang sebanding dengan jumlah sumber daya yang diberikan.
2. Menghasilkan barang dan/ atau jasa tanpa bertujuan memupuk laba, dan kalau suatu entitas menghasilkan laba, maka jumlahnya tidak pernah dibagikan kepada para pendiri atau pemilik entitas tersebut.
3. Tidak ada kepemilikan seperti lazimnya pada organisasi bisnis, dalam arti bahwa kepemilikan dalam organisasi nirlaba tidak dapat dijual, dialihkan, atau ditebus kembali, atau kepemilikan tersebut tidak mencerminkan proporsi pembagian sumber daya entitas pada saat likuiditas atau pembubaran entitas.

Konsep Dasar Pemikiran Akuntansi Organisasi Nirlaba
Di Amerika Serikat (AS), Financial Accounting Standard Board (FASB) telah menyusun tandar untuk laporan keuangan yang ditujukan bagi para pemilik entitas atau pemegang saham, kreditor dan pihak lain yang tidak secara aktif terlibat dalam manajemen entitas bersangkutan, namun mempunyai kepentingan. FASB juga berwenang untuk menyusun standar akuntansi bagi entitas nirlaba nonpemerintah, sementara US Government Accountingg Standard Board (GASB) menyusun standar akuntansi dan pelaporan keuangan untuk pemerintah pusat dan federal AS.
Di Indonesia, Departemen Keuangan RI membentuk Komite Standar Akuntansi Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah. Organisasi penyusun standar untuk pemerintah itu dibangun terpisah dari FASB di AS atau Komite Standar Akuntansi Keuangan-Ikatan Akuntan Indonesia di Indonesia karena karateristik entitasnya berbeda. Entitas pemerintah tidak mempunyai pemegang saham atau semacamnya, memberikan pelayanan pada masyarakat tanpa mengharapkan laba, dan mampu memaksa pembayar pajak untuk mendukung keuangan pemerintah tanpa peduli bahwa imbalan bagi pembayar pajak tersebut memadai atau tidak memadai.
International Federation og Accountant (IFAC) membentuk IFAC Public Sector Committee (PSC) yang bertugas menyusun International Public Sector Accounting Standartd (IPSAS). Istilah Public Sector di sini berarti pemerintah nasional, pemerintah regional (misalnya Negara bagian, daerah otonom, provinsi, daerah istimewa), pemerintah local (misalnya kota mandiri), dan entitas pemerintah terkait (misalnya perusahaan Negara, komisi khusus). Dengan demikian PSC tidak menyusun standar akuntansi sector public nonpemerintah.

Pelatihan Keuangan untuk Pengelola Keuangan Organisasi Nirlaba

Organisasi Nirlaba di Indonesia saat ini masih cenderung menekankan pada prioritas kualitas program dan tidak terlalu memperhatikan pentingnya sistem pengelolaan keuangan. Padahal sistem pengelolaan keuangan yang baik diyakini merupakan salah satu indikator utama akuntabilitas dan transparansi sebuah lembaga. Pengetahuan dari staff keuangan mengenai pengelolaan keuangan organisasi nirlaba masih sangat minimal. Padahal untuk membangun sistem pengelolaan keuangan yang handal dibutuhkan pengetahuan, ketrampilan dan pengalaman yang cukup.
Penabulu menghadirkan Pelatihan keuangan yang bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas keuangan organisasi nirlaba melalui penguatan kapasitas dalam bidang pengelolaan keuangan.
Peserta pelatihan memahami sistem pengendalian internal sebagai bagian dari usaha meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja lembaga. Peserta dapat melakukan administrasi keuangan organisasi nirlaba dan membuat laporan keuangan organisasi sesuai dengan ketentuan dalam PSAK 45.

Jadwal Pelatihan
Jadwal acara Pelatihan Keuangan untuk Pengelola Keuangan Organisasi Nirlaba 23-25 Februari 2010 adalah sebagai berikut:
WAKTU MATERI NARASUMBER
Hari Pertama, Selasa, 23 Februari 2010
08.30 – 09.00 Perkenalan Fasilitator
09.00 – 12.30 Manajemen Keuangan Eko K Komara
13.30 – 17.00 Sistem Keuangan Agung Banardono
Hari Kedua, Rabu, 24 Februari 2010
08.30 – 12.30 Akuntansi Organisasi Nirlaba Paul Mario Ginting
13.30 – 17.00 Pencatatan Keuangan Sederhana Rima Aulia
Hari Ketiga, Kamis, 25 Februari 2010
08.30 – 12.30 Pengantar Audit Eko K Komara
12.30 – 13.00 Penutupan Fasilitator

Tempat Pelatihan

Wisma PKBI
Jl Hang Jebat III/ F3,
Kebayoran Baru JAKARTA 12120

Narasumber
* Eko K Komara, Program Manager Yayasan Penabulu
* Rima Aulia, Finance Assistant (Taxation, Advances & Reporting) Partnership for Governance Reform in Indonesia
* Paul Mario G, Manajer Keuangan WALHI Nasional
* Agung Banardono, System Alignment Specialist, Sintesa Consultant

Pendamping
* Mumu Mulyadi, Administrasi Keuangan Walhi Nasional
* Naily Mardiana, Pembukuan Koalisi Perempuan Indonesia
* Farhan, Program Officer Yayasan Bina Integrasi Edukasi

Fasilitator
Yudhistira, Program Officer Yayasan Pena Bulu
Materi Pelatihan
1. Manajemen Keuangan
* Karakteristik khusus pengelolaan keuangan organisasi nirlaba,
* Siklus dan tahapan pengelolaan keuangan organisasi nirlaba,
* Sistem dan prosedur pengelolaan keuangan organisasi nirlaba,
* Penyajian laporan keuangan yang sesuai dengan PSAK No. 45,
* Perencanaan keuangan atau penganggaran organisasi nirlaba,
* Perlakuan atas keswadayaan lembaga,
* Kiat-kiat dalam mengelola keuangan di organisasi nirlaba.
2. Sistem Keuangan
* Sistem pengendalian internal,
* Struktur organisasi,
* Sistem keuangan organisasi nirlaba,
* Kebijakan dan prosedur, serta alur dokumen dalam sistem.
3. Akuntansi Organisasi Nirlaba
* Arti dan fungsi pencatatan keuangan dalam sebuah organisasi,
* Pemahaman tentang fungsi, tanggungjawab dan tugas seorang akuntan (penata buku) dalam sebuah organisasi,
* Elemen dan sifat dasar perkiraan-perkiraan akuntansi,
* Kebijakan dan prinsip dasar akuntansi,
* Persamaan dasar dalam akuntansi organisasi nirlaba,
* Tahapan proses dalam siklus akuntansi,
* Cara penyusunan laporan akuntansi organisasi nirlaba (PSAK No. 45).
4. Pencatatan Keuangan Sederhana
* Tugas dan wewenang kasir (pemegang uang) dan akuntan (penata buku),
* Informasi keuangan bagi pihak manajemen organisasi (internal),
* Media pencatatan transaksi harian keuangan secara sederhana,
* Penyusunan laporan keuangan sederhana sesuai dengan PSAK No.45.
5. Pengantar Audit
* Definisi audit secara umum dan khusus,
* Jenis-jenis audit organisasi nirlaba,
* Persiapan dan pemilihan auditor,
* Tanggung jawab, cara kerja auditor dan jenis-jenis opini,
* Pelaksanaan audit.

Fasilitas
* PENGAJAR
Para praktisi yang berpengalaman menangani pengelolaan keuangan organisasi bisnis, instansi pemerintah dan organisasi nirlaba
* MODUL BELAJAR
Lengkap memuat problem keuangan khas organisasi nirlaba
* SERTIFIKAT

Investasi
Rp. 1.750.000,-
belum termasuk biaya akomodasi

Kepesertaan
Peserta dibatasi maksimal 20 orang

Info
Informasi lengkap berkaitan dengan pelatihan keuangan silahkan menghubungi:
• Iwan : 021 9837 1997
• Penabulu : 021 7110 2150

Yayasan Penabulu
Jl. H. Abu No.23 Cipete Selatan Jakarta Selatan 12150
Telp : (021) 7110 2150 begin_of_the_skype_highlighting (021) 7110 2150 end_of_the_skype_highlighting Fax : (021) 769 3046
Email : info@penabulu.or.id

KONSEP DASAR MANAJEMEN BISNIS
T U J U A N

1. Mengetahui konsep dasar manajemen dan mengapa manajemen diperlukan
dalam sebuah organisasi bisnis.

2. Mengetahui konsep manajemen secara fungsional yang mencakup
kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengimplementasian, serta
pengendalian dan pengawasan.

3. Mengetahui konsep manajemen secara operasional dalam organisasi
bisnis yang mencakup manajemen sumber daya manusia, manajemen
produksi atau operasi,manajemen pemasaran, dan manajemen keuangan.

Pengertian Organisasi
* Organisasi adalah sekelompok orang yang bekerjasama dalam struktur
dan kordinasi tertentu dalam mencapai serangkaian tujuan
tertentu.(Griffin,2002).

* Sekumpulan orang atau kelompok yang memiliki tujuan tertentu dan
berupaya untuk mewujudkan tujuannya tersebut melalui kerjasama.
(Ernie&Kurniawan,2005).

Jenis-jenis Organisasi
* Organisasi Profit
* Perusahaan Besar
* Perusahaan manufaktur, Bank Umum, Perusahaan Asuransi, Perusahaan
Ritel, dll
* Perusahaan Kecil
* Koperasi
* Perusahaan Multinasional
* Dll

* Organisasi Non Profit/Nirlaba
* Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Pemerintah Kota
* Lembaga Pendidikan Negeri
* Yayasan Sosial,
* Dll

Pengertian Manajemen
* Seni dalam menyelesaikan sesuatu melalui orang lain (Follet,1997)

* Sebuah proses yang dilakukan untuk mewujudkan tujuan organisasi
melalui rangkaian kegiatan berupa perencanaan, pengorganisasian,
pengarahan, dan pengendalian orang-orang serta sumber daya organisasi
lainnya (Nickels, McHugh and McHugh ,1997)
* Seni atau proses dalam menyelesaikan sesuatu yang terkait dengan
pencapaian tujuan. (Ernie&Kurniawan, 2005)

Faktor-faktor dalam Pencapaian Tujuan
* Adanya penggunaan sumber daya organisasi, baik sumber daya manusia,
maupun faktor-faktor produksi lainnya. Sumber daya tersebut meliputi
sumber daya manusia, sumber daya alam, sumber daya keuangan, serta
informasi (Griffin,2002)

* Adanya proses yang bertahap dari mulai perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan dan pengimplementasian, hingga pengendali
an dan pengawasan.

* Adanya seni dalam menyelesaikan pekerjaan.

Sumber Daya Organisasi
* Sumber Daya Manusia,
* Sumber Daya Informasi,
* Sumber Daya Fisik,
* Sumber Daya Keuangan,
* Sumber Daya Alam,
* Dll.

Pengertian Efektif dan Efisien (Drucker)
Efektif :
* mengerjakan pekerjaan yang benar atau tepat
Efisien :
* mengerjakan pekerjaan dengan benar atau tepat

Fungsi-fungsi Manajemen
* Perencanaan (Planning),
* Pengorganisasian (Organizing),
* Pengarahan dan pengimplementasi an (Directing/Leading),
* Pengawasan dan Pengendalian (Con trolling).

Fungsi Perencanaan
* Proses yang menyangkut upaya yang dilakukan untuk meng antisipasi
kecenderungan di masa yang akan datang dan penentuan strategi dan
taktik yang tepat untuk mewujudkan target dan tujuan organisasi.

Kegiatan dalam Fungsi Perencanaan
* Menetapkan tujuan dan target bisnis
* Merumuskan strategi untuk mencapai tujuan dan target bisnis tersebut.
* Menentukan sumber-sumber daya yang diperlukan.
* Menetapkan standar / indikator keberhasilan dalam pencapaian tujuan
dan target bisnis.
Fungsi Pengorganisasian
* proses yang menyangkut bagaimana strategi dan taktik yang telah
dirumuskan dalam perencanaan didesain dalam sebuah struktur organisasi
yang tepat dan tangguh, sistem dan lingkungan organisasi yang
kondusif, dan dapat memastikan bahwa semua pihak dalam organisasi
dapat bekerja secara efektif dan efisien guna pencapaian tujuan
organisasi.

Kegiatan dalam Fungsi Pengorganisasian
* Mengalokasikan sumber daya, merumuskan dan menetapkan tugas, dan
menetapkan prosedur yang diperlukan.

* Menetapkan struktur organisasi yang menunjukkan adanya garis
kewenangan dan tanggungjawab.

* Kegiatan perekrutan, penyeleksian, pelatihan dan pengembangan sumber
daya manusia/tenaga kerja.

* Kegiatan penempatan sumber daya manusia pada posisi yang paling tepat.

Fungsi Pengarahan dan Implementasi
* Proses implementasi program agar dapat dijalankan oleh seluruh pihak
dalam organisasi serta proses memotivasi agar semua pihak tersebut
dapat menjalankan tanggungjawabnya dengan penuh kesadaran dan
produktifitas yang tinggi.

Kegiatan dalam
Fungsi Pengarahan dan Implementasi
* Mengimplementasikan proses ke pemimpinan, pembimbingan, dan
pemberian motivasi kepada tenaga kerja agar dapat bekerja secara
efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan.

* Memberikan tugas dan penjelasan rutin mengenai pekerjaan.

* Menjelaskan kebijakan yang ditetapkan

Fungsi Pengawasan dan Pengendalian
* Proses yang dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan
yang telah direncanakan, diorganisasikan dan diimplementasikan dapat
berjalan sesuai dengan target yang diharapkan sekalipun berbagai
perubahan terjadi dalam lingkungan dunia bisnis yang dihadapi.

Kegiatan dalam
Fungsi Pengawasan dan Pengendalian
* Mengevaluasi keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target bisnis
sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan.

* Mengambil langkah klarifikasi dan koreksi atas penyimpangan yang
mungkin ditemukan.

* Melakukan berbagai alternatif solusi atas berbagai masalah yang
terkait dengan pencapaian tujuan dan target bisnis
Kegiatan dalam Fungsi-fungsi Manajemen

Sumber Daya Organisasi, Tujuan, dan Fungsi-fungsi Manajemen
Perbedaan pandangan dalam Fungsi-fungsi Manajemen
Fungsi Operasional dalam Manajemen
* Manajemen Sumber Daya Manusia,
* Manajemen Pemasaran,
* Manajemen Operasi/Produksi,
* Manajemen Keuangan,
* Manajemen Informasi.

Manajemen Sumber Daya Manusia
* Manajemen Sumber Daya Manusia adalah penerapan manajemen berdasarkan
fungsinya untuk memperoleh sumber daya manusia yang terbaik bagi
bisnis yang kita jalankan dan bagaimana sumber daya manusia yang
terbaik tersebut dapat dipelihara dan tetap bekerja bersama kita
dengan kualitas pekerjaan yang senantiasa konstan ataupun bertambah.

Manajemen Pemasaran
* Manajemen Pemasaran adalah kegiat an manajemen berdasarkan fungsinya
yang pada intinya berusaha untuk mengidentifikasi apa sesungguh nya
yang dibutuhkan oleh konsumen, dana bagaimana cara pemenuhannya dapat
diwujudkan.

Manajemen Produksi
* Manajemen Produksi adalah penerap an manajemen berdasarkan fungsinya
untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan standar yang ditetapkan
berdasarkan keinginan konsumen, dengan teknik produksi yang seefisien
mungkin, dari mulai pemilihan lokasi produksi hingga produk akhir yang
dihasilkan dalam suatu proses produksi.

Manajemen Keuangan
* Manajemen Keuangan adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya
yang pada intinya berusaha untuk memastikan bahwa kegiatan bisnis yang
dilakukan mampu mencapai tujuannya secara ekonomis yaitu diukur
berdasarkan profit.

Tugas manajemen keuangan diantaranya merencanakan dari mana
pembiayaan bisnis diperoleh, dan dengan cara bagaimana modal yang
telah diperoleh dialokasikan secara tepat dalam kegiatan bisnis yang
dijalankan.

Manajemen Informasi
* Manajemen Informasi adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya
yang pada intinya berusaha memastikan bahwa bisnis yang dijalankan
tetap mampu untuk terus bertahan dalam jangka panjang. Untuk
memastikan itu manajemen informasi bertugas untuk menyediakan seluruh
informasi yang terkait dengan kegiatan perusahaan baik informasi
internal maupun eksternal, yang dapat mendorong kegiatan bisnis yang
dijalankan tetap mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di
masyarakat .

MANAJEMEN BISNIS
Konsep Dasar Manajemen

Tujuan :
menjelaskan pengertian / definisi organisasi,
menjelaskan berbagai macam sumber daya organisasi,
menjelaskan kebutuhan organisasi akan fungsi dan proses manajemen,
menjelaskan definisi dan konsep dasar manajemen.
Pokok Bahasan
Pengertian Organisasi dan Jenis-jenis Organisasi
Sumber Daya Organisasi
Pengertian Manajemen
Pengertian Organisasi
Organisasi adalah sekelompok orang yang bekerjasama dalam struktur dan kordinasi tertentu dalam mencapai serangkaian tujuan tertentu.(Griffin,2002)

Sekumpulan orang atau kelompok yang memiliki tujuan tertentu dan berupaya untuk mewujudkan tujuannya tersebut melalui kerjasama. (Ernie&Kurniawan,2005)

Ada sekumpulan orang / manusia
Ada interaksi dan kerjasama
Ada tujuan yang hendak dicapai

Jenis-jenis Organisasi
Organisasi Profit
Perusahaan Besar
Perusahaan manufaktur, Bank Umum, Perusahaan Asuransi, Perusahaan Ritel, dll
Perusahaan Kecil
Koperasi
Perusahaan Multinasional
dll
Organisasi Non Profit/Nirlaba
Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Pemerintah Kota
Lembaga Pendidikan Negeri
Yayasan Sosial,
dll
Sumber Daya Organisasi
Sumber Daya Manusia
Sumber Daya Informasi
Sumber Daya Fisik
Sumber Daya Keuangan
Sumber Daya Alam
Dalam Kerangka Pencapaian Tujuan
memanfaatkan sumber daya organisasi, baik sumber daya manusia, maupun faktor-faktor produksi lainnya. Sumber daya tersebut meliputi sumber daya manusia, sumber daya alam, sumber daya keuangan, serta informasi (Griffin,2002)
melakukan proses yang bertahap dari mulai perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengimplementasian, hingga pengendalian dan pengawasan.
Adanya seni dalam menyelesaikan pekerjaan.

Pengertian Manajemen
Seni dalam menyelesaikan sesuatu melalui orang lain (Follet,1997)
Sebuah proses yang dilakukan untuk mewujudkan tujuan organisasi melalui rangkaian kegiatan berupa perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian orang-orang serta sumber daya organisasi lainnya (Nickels, McHugh and McHugh ,1997)
Seni atau proses dalam menyelesaikan sesuatu yang terkait dengan pencapaian tujuan. (Ernie&Kurniawan, 2005)
Pengertian Efektif dan Efisien (Drucker)
Efektif :
mengerjakan pekerjaan yang benar atau tepat
Efisien :
mengerjakan pekerjaan dengan benar atau tepat
Fungsi-fungsi Manajemen
Perencanaan (Planning)
Pengorganisasian (Organizing)
Pengarahan dan pengimplementasian (Directing/Leading)
Pengawasan dan Pengendalian (Controlling)
Fungsi Perencanaan
proses yang menyangkut upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi kecenderungan di masa yang akan datang dan penentuan strategi dan taktik yang tepat untuk mewujudkan target dan tujuan organisasi.
Kegiatan dalam Fungsi Perencanaan
Menetapkan tujuan dan target bisnis
Merumuskan strategi untuk mencapai tujuan dan target bisnis tersebut
Menentukan sumber-sumber daya yang diperlukan
Menetapkan standar/indikator keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target bisnis
Fungsi Pengorganisasian
proses yang menyangkut bagaimana strategi dan taktik yang telah dirumuskan dalam perencanaan didesain dalam sebuah struktur organisasi yang tepat dan tangguh, sistem dan lingkungan organisasi yang kondusif, dan dapat memastikan bahwa semua pihak dalam organisasi dapat bekerja secara efektif dan efisien guna pencapaian tujuan organisasi
Kegiatan dalam Fungsi Pengorganisasian
Mengalokasikan sumber daya, merumuskan dan menetapkan tugas, dan menetapkan prosedur yang diperlukan
Menetapkan struktur organisasi yang menunjukkan adanya garis kewenangan dan tanggungjawab
Kegiatan perekrutan, penyeleksian, pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia/tenaga kerja
Kegiatan penempatan sumber daya manusia pada posisi yang paling tepat
Fungsi Pengarahan dan Implementasi
proses implementasi program agar dapat dijalankan oleh seluruh pihak dalam organisasi serta proses memotivasi agar semua pihak tersebut dapat menjalankan tanggungjawabnya dengan penuh kesadaran dan produktifitas yang tinggi.
Kegiatan dalam
Fungsi Pengarahan dan Implementasi
Mengimplementasikan proses kepemimpinan, pembimbingan, dan pemberian motivasi kepada tenaga kerja agar dapat bekerja secara efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan
Memberikan tugas dan penjelasan rutin mengenai pekerjaan
Menjelaskan kebijakan yang ditetapkan
Fungsi Pengawasan dan Pengendalian
proses yang dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan, diorganisasikan dan diimplementasikan dapat berjalan sesuai dengan target yang diharapkan sekalipun berbagai perubahan terjadi dalam lingkungan dunia bisnis yang dihadapi.
Kegiatan dalam
Fungsi Pengawasan dan Pengendalian
Mengevaluasi keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target bisnis sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan
Mengambil langkah klarifikasi dan koreksi atas penyimpangan yang mungkin ditemukan
Melakukan berbagai alternatif solusi atas berbagai masalah yang terkait dengan pencapaian tujuan dan target bisnis
Kegiatan dalam Fungsi-fungsi Manajemen

Sumber Daya Organisasi, Tujuan, dan Fungsi-fungsi Manajemen
Perbedaan pandangan dalam
Fungsi-fungsi Manajemen
Fungsi Operasional dalam Manajemen
Manajemen Sumber Daya Manusia
Manajemen Pemasaran
Manajemen Operasi/Produksi
Manajemen Keuangan
Manajemen Informasi
Manajemen Sumber Daya Manusia
Manajemen Sumber Daya Manusia adalah penerapan manajemen berdasarkan fungsinya untuk memperoleh sumber daya manusia yang terbaik bagi bisnis yang kita jalankan dan bagaimana sumber daya manusia yang terbaik tersebut dapat dipelihara dan tetap bekerja bersama kita dengan kualitas pekerjaan yang senantiasa konstan ataupun bertambah
Manajemen Pemasaran
Manajemen Pemasaran adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha untuk mengidentifikasi apa sesungguhnya yang dibutuhkan oleh konsumen, dana bagaimana cara pemenuhannya dapat diwujudkan
Manajemen Produksi
Manajemen Produksi adalah penerapan manajemen berdasarkan fungsinya untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan standar yang ditetapkan berdasarkan keinginan konsumen, dengan teknik produksi yang seefisien mungkin, dari mulai pilihan lokasi produksi hingga produk akhir yang dihasilkan dalam proses produksi
Manajemen Keuangan
Manajemen Keuangan adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha untuk memastikan bahwa kegiatan bisnis yang dilakukan mampu mencapai tujuannya secara ekonomis yaitu diukur berdasarkan profit. Tugas manajemen keuangan diantaranya merencanakan dari mana pembiayaan bisnis diperoleh, dan dengan cara bagaimana modal yang telah diperoleh dialokasikan secara tepat dalam kegiatan bisnis yang dijalankan
Manajemen Informasi
Manajemen Informasi adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha memastikan bahwa bisnis yang dijalankan tetap mampu untuk terus bertahan dalam jangka panjang. Untuk memastikan itu manajemen informasi bertugas untuk menyediakan seluruh informasi yang terkait dengan kegiatan perusahaan baik informasi internal maupun eksternal, yang dapat mendorong kegiatan bisnis yang dijalankan tetap mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di masyarakat
Kesimpulan :
Manajemen merupakan suatu seni mengelola sumber daya organisasi secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan.

http://crimecats.blogspot.com/2009/10/manajemen-bisnis.html

http://groups.yahoo.com/group/pemkab_humbahas/message/128

http://sijabatemanuela.blogspot.com/2008/06/pengertian-organisasi-nirlaba.html

http://penabulu.or.id/2010/01/13/pelatihan-keuangan-untuk-pengelola-keuangan-organisasi-nirlaba/

http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/08/makalah-akuntansi-organisasi-nirlaba.html








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.