Organisasi nirlaba

25 10 2010

Pengertian Organisasi Nirlaba

Organisasi nirlaba atau organisasi non profit adalah suatu organisasi yang bersasaran pokok untuk mendukung suatu isu atau perihal di dalam menarik publik untuk suatu tujuan yang tidak komersial, tanpa ada perhatian terhadap hal-hal yang bersifat mencari laba (moneter). organisasi nirlaba meliputi keagamaan, sekolah negeri, derma publik, rumah sakit dan klinik publik, organisasi politis, bantuan masyarakat dalam hal perundang-undangan, organisasi sukarelawan, serikat buruh.

Menurut PSAK No.45 bahwa organisasi nirlaba memperoleh sumber daya dari sumbangan para anggota dan para penyumbang lain yang tidak mengharapkan imbalan apapun dari organisasi tersebut. (IAI, 2004: 45.1)

Lembaga atau organisasi nirlaba merupakan suatu lembaga atau kumpulan dari beberapa individu yang memiliki tujuan tertentu dan bekerja sama untuk mencapai tujuan tadi, dalam pelaksanaannya kegiatan yang mereka lakukan tidak berorientasi pada pemupukan laba atau kekayaan semata (Pahala Nainggolan, 2005 : 01). Lembaga nirlaba atau organisasi non profit merupakan salah satu komponen dalam masyarakat yang perannya terasa menjadi penting sejak era reformasi, tanpa disadari dalam kehidupan sehari-hari kini semakin banyak keterlibatan lembaga nirlaba.

Berdasarkan pengertian di atas penulis dapat menyimpulkan bahwa organisasi nirlaba adalah salah satu lembaga yang tidak mengutamakan laba dalam menjalankan usaha atau kegiatannya. Dalam organisasi nirlaba pada umumnya sumber daya atau dana yang digunakan dalam menjalankan segala kegiatan yang dilakukan berasal dari donatur atau sumbangan dari orang-orang yang ingin membantu sesamanya. Tujuan organisasi nirlaba yaitu untuk membantu masyarakat luas yang tidak mampu khususnya dalam hal ekonomi.

Organisasi nirlaba pada prinsipnya adalah alat untuk mencapai tujuan (aktualisasi filosofi) dari sekelompok orang yang memilikinya. Karena itu bukan tidak mungkin diantara lembaga yang satu dengan yang lain memiliki filosofi (pandangan hidup) yang berbeda, maka operasionalisasi dari filosofi tersebut kemungkinan juga akan berbeda. Karena filosofi yang dimiliki organisasi nirlaba sangat tergantung dari sejarah yang pernah dilaluinya dan lingkungan poleksosbud (politik, ekonomi, sosial dan budaya) tempat organisasi nirlaba itu ada.

DEFINISI ORGANISASI NIRLABA
Organisasi nirlaba atau organisasi non profit adalah suatu organisasi yang bersasaran pokok untuk mendukung suatu isu atau perihal didalam menarik perhatian publik untuk suatu tujuan yang tidak komersil, tanpa ada perhatian terhadap hal-hal yang bersifat mencari laba (moneter). Organisasi nirlaba meliputi gereja, sekolah negeri, derma publik, rumah sakit dan klinik publik, organisasi politis, bantuan masyarakat dalam hal perundang-undangan, organisasi jasa sukarelawan, serikat buruh, asosiasi profesional, institut riset, museum, dan beberapa para petugas pemerintah.

Perbedaan organisasi nirlaba dengan organisasi laba

Banyak hal yang membedakan antara organisasi nirlaba dengan organisasi lainnya (laba). Dalam hal kepemilikan, tidak jelas siapa sesungguhnya ’pemilik’ organisasi nirlaba, apakah anggota, klien, atau donatur. Pada organisasi laba, pemilik jelas memperoleh untung dari hasil usaha organisasinya. Dalam hal donatur, organisasi nirlaba membutuhkannya sebagai sumber pendanaan. Berbeda dengan organisasi laba yang telah memiliki sumber pendanaan yang jelas, yakni dari keuntungan usahanya. Dalam hal penyebaran tanggung jawab, pada organisasi laba telah jelas siapa yang menjadi Dewan Komisaris, yang kemudian memilih seorang Direktur Pelaksana. Sedangkan pada organisasi nirlaba, hal ini tidak mudah dilakukan. Anggota Dewan Komisaris bukanlah ’pemilik’ organisasi.

CIRI-CIRI ORGANISASI NIRLABA

1. Sumber daya entitas berasal dari para penyumbang yang tidak mengharapakan pembayaran kembali atas manfaat ekonomi yang sebanding dengan jumlah sumber daya yang diberikan.
2. Menghasilkan barang dan/ atau jasa tanpa bertujuan memupuk laba, dan kalau suatu entitas menghasilkan laba, maka jumlahnya tidak pernah dibagikan kepada para pendiri atau pemilik entitas tersebut.
3. Tidak ada kepemilikan seperti lazimnya pada organisasi bisnis, dalam arti bahwa kepemilikan dalam organisasi nirlaba tidak dapat dijual, dialihkan, atau ditebus kembali, atau kepemilikan tersebut tidak mencerminkan proporsi pembagian sumber daya entitas pada saat likuiditas atau pembubaran entitas.

Konsep Dasar Pemikiran Akuntansi Organisasi Nirlaba
Di Amerika Serikat (AS), Financial Accounting Standard Board (FASB) telah menyusun tandar untuk laporan keuangan yang ditujukan bagi para pemilik entitas atau pemegang saham, kreditor dan pihak lain yang tidak secara aktif terlibat dalam manajemen entitas bersangkutan, namun mempunyai kepentingan. FASB juga berwenang untuk menyusun standar akuntansi bagi entitas nirlaba nonpemerintah, sementara US Government Accountingg Standard Board (GASB) menyusun standar akuntansi dan pelaporan keuangan untuk pemerintah pusat dan federal AS.
Di Indonesia, Departemen Keuangan RI membentuk Komite Standar Akuntansi Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah. Organisasi penyusun standar untuk pemerintah itu dibangun terpisah dari FASB di AS atau Komite Standar Akuntansi Keuangan-Ikatan Akuntan Indonesia di Indonesia karena karateristik entitasnya berbeda. Entitas pemerintah tidak mempunyai pemegang saham atau semacamnya, memberikan pelayanan pada masyarakat tanpa mengharapkan laba, dan mampu memaksa pembayar pajak untuk mendukung keuangan pemerintah tanpa peduli bahwa imbalan bagi pembayar pajak tersebut memadai atau tidak memadai.
International Federation og Accountant (IFAC) membentuk IFAC Public Sector Committee (PSC) yang bertugas menyusun International Public Sector Accounting Standartd (IPSAS). Istilah Public Sector di sini berarti pemerintah nasional, pemerintah regional (misalnya Negara bagian, daerah otonom, provinsi, daerah istimewa), pemerintah local (misalnya kota mandiri), dan entitas pemerintah terkait (misalnya perusahaan Negara, komisi khusus). Dengan demikian PSC tidak menyusun standar akuntansi sector public nonpemerintah.

Pelatihan Keuangan untuk Pengelola Keuangan Organisasi Nirlaba

Organisasi Nirlaba di Indonesia saat ini masih cenderung menekankan pada prioritas kualitas program dan tidak terlalu memperhatikan pentingnya sistem pengelolaan keuangan. Padahal sistem pengelolaan keuangan yang baik diyakini merupakan salah satu indikator utama akuntabilitas dan transparansi sebuah lembaga. Pengetahuan dari staff keuangan mengenai pengelolaan keuangan organisasi nirlaba masih sangat minimal. Padahal untuk membangun sistem pengelolaan keuangan yang handal dibutuhkan pengetahuan, ketrampilan dan pengalaman yang cukup.
Penabulu menghadirkan Pelatihan keuangan yang bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas keuangan organisasi nirlaba melalui penguatan kapasitas dalam bidang pengelolaan keuangan.
Peserta pelatihan memahami sistem pengendalian internal sebagai bagian dari usaha meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja lembaga. Peserta dapat melakukan administrasi keuangan organisasi nirlaba dan membuat laporan keuangan organisasi sesuai dengan ketentuan dalam PSAK 45.

Jadwal Pelatihan
Jadwal acara Pelatihan Keuangan untuk Pengelola Keuangan Organisasi Nirlaba 23-25 Februari 2010 adalah sebagai berikut:
WAKTU MATERI NARASUMBER
Hari Pertama, Selasa, 23 Februari 2010
08.30 – 09.00 Perkenalan Fasilitator
09.00 – 12.30 Manajemen Keuangan Eko K Komara
13.30 – 17.00 Sistem Keuangan Agung Banardono
Hari Kedua, Rabu, 24 Februari 2010
08.30 – 12.30 Akuntansi Organisasi Nirlaba Paul Mario Ginting
13.30 – 17.00 Pencatatan Keuangan Sederhana Rima Aulia
Hari Ketiga, Kamis, 25 Februari 2010
08.30 – 12.30 Pengantar Audit Eko K Komara
12.30 – 13.00 Penutupan Fasilitator

Tempat Pelatihan

Wisma PKBI
Jl Hang Jebat III/ F3,
Kebayoran Baru JAKARTA 12120

Narasumber
* Eko K Komara, Program Manager Yayasan Penabulu
* Rima Aulia, Finance Assistant (Taxation, Advances & Reporting) Partnership for Governance Reform in Indonesia
* Paul Mario G, Manajer Keuangan WALHI Nasional
* Agung Banardono, System Alignment Specialist, Sintesa Consultant

Pendamping
* Mumu Mulyadi, Administrasi Keuangan Walhi Nasional
* Naily Mardiana, Pembukuan Koalisi Perempuan Indonesia
* Farhan, Program Officer Yayasan Bina Integrasi Edukasi

Fasilitator
Yudhistira, Program Officer Yayasan Pena Bulu
Materi Pelatihan
1. Manajemen Keuangan
* Karakteristik khusus pengelolaan keuangan organisasi nirlaba,
* Siklus dan tahapan pengelolaan keuangan organisasi nirlaba,
* Sistem dan prosedur pengelolaan keuangan organisasi nirlaba,
* Penyajian laporan keuangan yang sesuai dengan PSAK No. 45,
* Perencanaan keuangan atau penganggaran organisasi nirlaba,
* Perlakuan atas keswadayaan lembaga,
* Kiat-kiat dalam mengelola keuangan di organisasi nirlaba.
2. Sistem Keuangan
* Sistem pengendalian internal,
* Struktur organisasi,
* Sistem keuangan organisasi nirlaba,
* Kebijakan dan prosedur, serta alur dokumen dalam sistem.
3. Akuntansi Organisasi Nirlaba
* Arti dan fungsi pencatatan keuangan dalam sebuah organisasi,
* Pemahaman tentang fungsi, tanggungjawab dan tugas seorang akuntan (penata buku) dalam sebuah organisasi,
* Elemen dan sifat dasar perkiraan-perkiraan akuntansi,
* Kebijakan dan prinsip dasar akuntansi,
* Persamaan dasar dalam akuntansi organisasi nirlaba,
* Tahapan proses dalam siklus akuntansi,
* Cara penyusunan laporan akuntansi organisasi nirlaba (PSAK No. 45).
4. Pencatatan Keuangan Sederhana
* Tugas dan wewenang kasir (pemegang uang) dan akuntan (penata buku),
* Informasi keuangan bagi pihak manajemen organisasi (internal),
* Media pencatatan transaksi harian keuangan secara sederhana,
* Penyusunan laporan keuangan sederhana sesuai dengan PSAK No.45.
5. Pengantar Audit
* Definisi audit secara umum dan khusus,
* Jenis-jenis audit organisasi nirlaba,
* Persiapan dan pemilihan auditor,
* Tanggung jawab, cara kerja auditor dan jenis-jenis opini,
* Pelaksanaan audit.

Fasilitas
* PENGAJAR
Para praktisi yang berpengalaman menangani pengelolaan keuangan organisasi bisnis, instansi pemerintah dan organisasi nirlaba
* MODUL BELAJAR
Lengkap memuat problem keuangan khas organisasi nirlaba
* SERTIFIKAT

Investasi
Rp. 1.750.000,-
belum termasuk biaya akomodasi

Kepesertaan
Peserta dibatasi maksimal 20 orang

Info
Informasi lengkap berkaitan dengan pelatihan keuangan silahkan menghubungi:
• Iwan : 021 9837 1997
• Penabulu : 021 7110 2150

Yayasan Penabulu
Jl. H. Abu No.23 Cipete Selatan Jakarta Selatan 12150
Telp : (021) 7110 2150 begin_of_the_skype_highlighting (021) 7110 2150 end_of_the_skype_highlighting Fax : (021) 769 3046
Email : info@penabulu.or.id

KONSEP DASAR MANAJEMEN BISNIS
T U J U A N

1. Mengetahui konsep dasar manajemen dan mengapa manajemen diperlukan
dalam sebuah organisasi bisnis.

2. Mengetahui konsep manajemen secara fungsional yang mencakup
kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengimplementasian, serta
pengendalian dan pengawasan.

3. Mengetahui konsep manajemen secara operasional dalam organisasi
bisnis yang mencakup manajemen sumber daya manusia, manajemen
produksi atau operasi,manajemen pemasaran, dan manajemen keuangan.

Pengertian Organisasi
* Organisasi adalah sekelompok orang yang bekerjasama dalam struktur
dan kordinasi tertentu dalam mencapai serangkaian tujuan
tertentu.(Griffin,2002).

* Sekumpulan orang atau kelompok yang memiliki tujuan tertentu dan
berupaya untuk mewujudkan tujuannya tersebut melalui kerjasama.
(Ernie&Kurniawan,2005).

Jenis-jenis Organisasi
* Organisasi Profit
* Perusahaan Besar
* Perusahaan manufaktur, Bank Umum, Perusahaan Asuransi, Perusahaan
Ritel, dll
* Perusahaan Kecil
* Koperasi
* Perusahaan Multinasional
* Dll

* Organisasi Non Profit/Nirlaba
* Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Pemerintah Kota
* Lembaga Pendidikan Negeri
* Yayasan Sosial,
* Dll

Pengertian Manajemen
* Seni dalam menyelesaikan sesuatu melalui orang lain (Follet,1997)

* Sebuah proses yang dilakukan untuk mewujudkan tujuan organisasi
melalui rangkaian kegiatan berupa perencanaan, pengorganisasian,
pengarahan, dan pengendalian orang-orang serta sumber daya organisasi
lainnya (Nickels, McHugh and McHugh ,1997)
* Seni atau proses dalam menyelesaikan sesuatu yang terkait dengan
pencapaian tujuan. (Ernie&Kurniawan, 2005)

Faktor-faktor dalam Pencapaian Tujuan
* Adanya penggunaan sumber daya organisasi, baik sumber daya manusia,
maupun faktor-faktor produksi lainnya. Sumber daya tersebut meliputi
sumber daya manusia, sumber daya alam, sumber daya keuangan, serta
informasi (Griffin,2002)

* Adanya proses yang bertahap dari mulai perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan dan pengimplementasian, hingga pengendali
an dan pengawasan.

* Adanya seni dalam menyelesaikan pekerjaan.

Sumber Daya Organisasi
* Sumber Daya Manusia,
* Sumber Daya Informasi,
* Sumber Daya Fisik,
* Sumber Daya Keuangan,
* Sumber Daya Alam,
* Dll.

Pengertian Efektif dan Efisien (Drucker)
Efektif :
* mengerjakan pekerjaan yang benar atau tepat
Efisien :
* mengerjakan pekerjaan dengan benar atau tepat

Fungsi-fungsi Manajemen
* Perencanaan (Planning),
* Pengorganisasian (Organizing),
* Pengarahan dan pengimplementasi an (Directing/Leading),
* Pengawasan dan Pengendalian (Con trolling).

Fungsi Perencanaan
* Proses yang menyangkut upaya yang dilakukan untuk meng antisipasi
kecenderungan di masa yang akan datang dan penentuan strategi dan
taktik yang tepat untuk mewujudkan target dan tujuan organisasi.

Kegiatan dalam Fungsi Perencanaan
* Menetapkan tujuan dan target bisnis
* Merumuskan strategi untuk mencapai tujuan dan target bisnis tersebut.
* Menentukan sumber-sumber daya yang diperlukan.
* Menetapkan standar / indikator keberhasilan dalam pencapaian tujuan
dan target bisnis.
Fungsi Pengorganisasian
* proses yang menyangkut bagaimana strategi dan taktik yang telah
dirumuskan dalam perencanaan didesain dalam sebuah struktur organisasi
yang tepat dan tangguh, sistem dan lingkungan organisasi yang
kondusif, dan dapat memastikan bahwa semua pihak dalam organisasi
dapat bekerja secara efektif dan efisien guna pencapaian tujuan
organisasi.

Kegiatan dalam Fungsi Pengorganisasian
* Mengalokasikan sumber daya, merumuskan dan menetapkan tugas, dan
menetapkan prosedur yang diperlukan.

* Menetapkan struktur organisasi yang menunjukkan adanya garis
kewenangan dan tanggungjawab.

* Kegiatan perekrutan, penyeleksian, pelatihan dan pengembangan sumber
daya manusia/tenaga kerja.

* Kegiatan penempatan sumber daya manusia pada posisi yang paling tepat.

Fungsi Pengarahan dan Implementasi
* Proses implementasi program agar dapat dijalankan oleh seluruh pihak
dalam organisasi serta proses memotivasi agar semua pihak tersebut
dapat menjalankan tanggungjawabnya dengan penuh kesadaran dan
produktifitas yang tinggi.

Kegiatan dalam
Fungsi Pengarahan dan Implementasi
* Mengimplementasikan proses ke pemimpinan, pembimbingan, dan
pemberian motivasi kepada tenaga kerja agar dapat bekerja secara
efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan.

* Memberikan tugas dan penjelasan rutin mengenai pekerjaan.

* Menjelaskan kebijakan yang ditetapkan

Fungsi Pengawasan dan Pengendalian
* Proses yang dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan
yang telah direncanakan, diorganisasikan dan diimplementasikan dapat
berjalan sesuai dengan target yang diharapkan sekalipun berbagai
perubahan terjadi dalam lingkungan dunia bisnis yang dihadapi.

Kegiatan dalam
Fungsi Pengawasan dan Pengendalian
* Mengevaluasi keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target bisnis
sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan.

* Mengambil langkah klarifikasi dan koreksi atas penyimpangan yang
mungkin ditemukan.

* Melakukan berbagai alternatif solusi atas berbagai masalah yang
terkait dengan pencapaian tujuan dan target bisnis
Kegiatan dalam Fungsi-fungsi Manajemen

Sumber Daya Organisasi, Tujuan, dan Fungsi-fungsi Manajemen
Perbedaan pandangan dalam Fungsi-fungsi Manajemen
Fungsi Operasional dalam Manajemen
* Manajemen Sumber Daya Manusia,
* Manajemen Pemasaran,
* Manajemen Operasi/Produksi,
* Manajemen Keuangan,
* Manajemen Informasi.

Manajemen Sumber Daya Manusia
* Manajemen Sumber Daya Manusia adalah penerapan manajemen berdasarkan
fungsinya untuk memperoleh sumber daya manusia yang terbaik bagi
bisnis yang kita jalankan dan bagaimana sumber daya manusia yang
terbaik tersebut dapat dipelihara dan tetap bekerja bersama kita
dengan kualitas pekerjaan yang senantiasa konstan ataupun bertambah.

Manajemen Pemasaran
* Manajemen Pemasaran adalah kegiat an manajemen berdasarkan fungsinya
yang pada intinya berusaha untuk mengidentifikasi apa sesungguh nya
yang dibutuhkan oleh konsumen, dana bagaimana cara pemenuhannya dapat
diwujudkan.

Manajemen Produksi
* Manajemen Produksi adalah penerap an manajemen berdasarkan fungsinya
untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan standar yang ditetapkan
berdasarkan keinginan konsumen, dengan teknik produksi yang seefisien
mungkin, dari mulai pemilihan lokasi produksi hingga produk akhir yang
dihasilkan dalam suatu proses produksi.

Manajemen Keuangan
* Manajemen Keuangan adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya
yang pada intinya berusaha untuk memastikan bahwa kegiatan bisnis yang
dilakukan mampu mencapai tujuannya secara ekonomis yaitu diukur
berdasarkan profit.

Tugas manajemen keuangan diantaranya merencanakan dari mana
pembiayaan bisnis diperoleh, dan dengan cara bagaimana modal yang
telah diperoleh dialokasikan secara tepat dalam kegiatan bisnis yang
dijalankan.

Manajemen Informasi
* Manajemen Informasi adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya
yang pada intinya berusaha memastikan bahwa bisnis yang dijalankan
tetap mampu untuk terus bertahan dalam jangka panjang. Untuk
memastikan itu manajemen informasi bertugas untuk menyediakan seluruh
informasi yang terkait dengan kegiatan perusahaan baik informasi
internal maupun eksternal, yang dapat mendorong kegiatan bisnis yang
dijalankan tetap mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di
masyarakat .

MANAJEMEN BISNIS
Konsep Dasar Manajemen

Tujuan :
menjelaskan pengertian / definisi organisasi,
menjelaskan berbagai macam sumber daya organisasi,
menjelaskan kebutuhan organisasi akan fungsi dan proses manajemen,
menjelaskan definisi dan konsep dasar manajemen.
Pokok Bahasan
Pengertian Organisasi dan Jenis-jenis Organisasi
Sumber Daya Organisasi
Pengertian Manajemen
Pengertian Organisasi
Organisasi adalah sekelompok orang yang bekerjasama dalam struktur dan kordinasi tertentu dalam mencapai serangkaian tujuan tertentu.(Griffin,2002)

Sekumpulan orang atau kelompok yang memiliki tujuan tertentu dan berupaya untuk mewujudkan tujuannya tersebut melalui kerjasama. (Ernie&Kurniawan,2005)

Ada sekumpulan orang / manusia
Ada interaksi dan kerjasama
Ada tujuan yang hendak dicapai

Jenis-jenis Organisasi
Organisasi Profit
Perusahaan Besar
Perusahaan manufaktur, Bank Umum, Perusahaan Asuransi, Perusahaan Ritel, dll
Perusahaan Kecil
Koperasi
Perusahaan Multinasional
dll
Organisasi Non Profit/Nirlaba
Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Pemerintah Kota
Lembaga Pendidikan Negeri
Yayasan Sosial,
dll
Sumber Daya Organisasi
Sumber Daya Manusia
Sumber Daya Informasi
Sumber Daya Fisik
Sumber Daya Keuangan
Sumber Daya Alam
Dalam Kerangka Pencapaian Tujuan
memanfaatkan sumber daya organisasi, baik sumber daya manusia, maupun faktor-faktor produksi lainnya. Sumber daya tersebut meliputi sumber daya manusia, sumber daya alam, sumber daya keuangan, serta informasi (Griffin,2002)
melakukan proses yang bertahap dari mulai perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengimplementasian, hingga pengendalian dan pengawasan.
Adanya seni dalam menyelesaikan pekerjaan.

Pengertian Manajemen
Seni dalam menyelesaikan sesuatu melalui orang lain (Follet,1997)
Sebuah proses yang dilakukan untuk mewujudkan tujuan organisasi melalui rangkaian kegiatan berupa perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian orang-orang serta sumber daya organisasi lainnya (Nickels, McHugh and McHugh ,1997)
Seni atau proses dalam menyelesaikan sesuatu yang terkait dengan pencapaian tujuan. (Ernie&Kurniawan, 2005)
Pengertian Efektif dan Efisien (Drucker)
Efektif :
mengerjakan pekerjaan yang benar atau tepat
Efisien :
mengerjakan pekerjaan dengan benar atau tepat
Fungsi-fungsi Manajemen
Perencanaan (Planning)
Pengorganisasian (Organizing)
Pengarahan dan pengimplementasian (Directing/Leading)
Pengawasan dan Pengendalian (Controlling)
Fungsi Perencanaan
proses yang menyangkut upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi kecenderungan di masa yang akan datang dan penentuan strategi dan taktik yang tepat untuk mewujudkan target dan tujuan organisasi.
Kegiatan dalam Fungsi Perencanaan
Menetapkan tujuan dan target bisnis
Merumuskan strategi untuk mencapai tujuan dan target bisnis tersebut
Menentukan sumber-sumber daya yang diperlukan
Menetapkan standar/indikator keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target bisnis
Fungsi Pengorganisasian
proses yang menyangkut bagaimana strategi dan taktik yang telah dirumuskan dalam perencanaan didesain dalam sebuah struktur organisasi yang tepat dan tangguh, sistem dan lingkungan organisasi yang kondusif, dan dapat memastikan bahwa semua pihak dalam organisasi dapat bekerja secara efektif dan efisien guna pencapaian tujuan organisasi
Kegiatan dalam Fungsi Pengorganisasian
Mengalokasikan sumber daya, merumuskan dan menetapkan tugas, dan menetapkan prosedur yang diperlukan
Menetapkan struktur organisasi yang menunjukkan adanya garis kewenangan dan tanggungjawab
Kegiatan perekrutan, penyeleksian, pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia/tenaga kerja
Kegiatan penempatan sumber daya manusia pada posisi yang paling tepat
Fungsi Pengarahan dan Implementasi
proses implementasi program agar dapat dijalankan oleh seluruh pihak dalam organisasi serta proses memotivasi agar semua pihak tersebut dapat menjalankan tanggungjawabnya dengan penuh kesadaran dan produktifitas yang tinggi.
Kegiatan dalam
Fungsi Pengarahan dan Implementasi
Mengimplementasikan proses kepemimpinan, pembimbingan, dan pemberian motivasi kepada tenaga kerja agar dapat bekerja secara efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan
Memberikan tugas dan penjelasan rutin mengenai pekerjaan
Menjelaskan kebijakan yang ditetapkan
Fungsi Pengawasan dan Pengendalian
proses yang dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan, diorganisasikan dan diimplementasikan dapat berjalan sesuai dengan target yang diharapkan sekalipun berbagai perubahan terjadi dalam lingkungan dunia bisnis yang dihadapi.
Kegiatan dalam
Fungsi Pengawasan dan Pengendalian
Mengevaluasi keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target bisnis sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan
Mengambil langkah klarifikasi dan koreksi atas penyimpangan yang mungkin ditemukan
Melakukan berbagai alternatif solusi atas berbagai masalah yang terkait dengan pencapaian tujuan dan target bisnis
Kegiatan dalam Fungsi-fungsi Manajemen

Sumber Daya Organisasi, Tujuan, dan Fungsi-fungsi Manajemen
Perbedaan pandangan dalam
Fungsi-fungsi Manajemen
Fungsi Operasional dalam Manajemen
Manajemen Sumber Daya Manusia
Manajemen Pemasaran
Manajemen Operasi/Produksi
Manajemen Keuangan
Manajemen Informasi
Manajemen Sumber Daya Manusia
Manajemen Sumber Daya Manusia adalah penerapan manajemen berdasarkan fungsinya untuk memperoleh sumber daya manusia yang terbaik bagi bisnis yang kita jalankan dan bagaimana sumber daya manusia yang terbaik tersebut dapat dipelihara dan tetap bekerja bersama kita dengan kualitas pekerjaan yang senantiasa konstan ataupun bertambah
Manajemen Pemasaran
Manajemen Pemasaran adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha untuk mengidentifikasi apa sesungguhnya yang dibutuhkan oleh konsumen, dana bagaimana cara pemenuhannya dapat diwujudkan
Manajemen Produksi
Manajemen Produksi adalah penerapan manajemen berdasarkan fungsinya untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan standar yang ditetapkan berdasarkan keinginan konsumen, dengan teknik produksi yang seefisien mungkin, dari mulai pilihan lokasi produksi hingga produk akhir yang dihasilkan dalam proses produksi
Manajemen Keuangan
Manajemen Keuangan adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha untuk memastikan bahwa kegiatan bisnis yang dilakukan mampu mencapai tujuannya secara ekonomis yaitu diukur berdasarkan profit. Tugas manajemen keuangan diantaranya merencanakan dari mana pembiayaan bisnis diperoleh, dan dengan cara bagaimana modal yang telah diperoleh dialokasikan secara tepat dalam kegiatan bisnis yang dijalankan
Manajemen Informasi
Manajemen Informasi adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha memastikan bahwa bisnis yang dijalankan tetap mampu untuk terus bertahan dalam jangka panjang. Untuk memastikan itu manajemen informasi bertugas untuk menyediakan seluruh informasi yang terkait dengan kegiatan perusahaan baik informasi internal maupun eksternal, yang dapat mendorong kegiatan bisnis yang dijalankan tetap mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di masyarakat
Kesimpulan :
Manajemen merupakan suatu seni mengelola sumber daya organisasi secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan.

http://crimecats.blogspot.com/2009/10/manajemen-bisnis.html

http://groups.yahoo.com/group/pemkab_humbahas/message/128

http://sijabatemanuela.blogspot.com/2008/06/pengertian-organisasi-nirlaba.html

http://penabulu.or.id/2010/01/13/pelatihan-keuangan-untuk-pengelola-keuangan-organisasi-nirlaba/

http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/08/makalah-akuntansi-organisasi-nirlaba.html

About these ads

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: